Langsung ke konten utama

Cara Menanam Kecambah Sawit yang Benar

Pada prinsipnya, mudah saja untuk menanam kecambah sawit. Kita tinggal menyediakan kecambah tersebut lalu ditanamkan ke lahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Namun agar hasilnya memuaskan, Anda perlu mempelajari langkah-langkah penanaman yang benar.

cara-menanam-kecambah-sawit.jpg

Kecambah merupakan cikal bakal tanaman kelapa sawit. Kecambah dibuat melalui proses pengecambahan buah kelapa sawit yang dilakukan sedemikian rupa seperti yang pernah kami bahas di sini. Tujuannya supaya buah sawit lebih siap untuk dibesarkan menjadi bibit kelapa sawit unggulan.

Di bawah ini langkah-langkah yang harus Anda perhatikan selama pekerjaan penanaman kecambah sawit berlangsung!

Langkah 1 : Persiapan Media Penanaman

Paling tidak seminggu sebelum kecambah sawit tiba di lokasi pembibitan, area tersebut harus sudah dipersiapkan. Bedengan untuk pembibitan dibuat dengan ukuran 1,2 x 8 m dan bagian dasarnya dibentuk lebih tinggi daripada permukaan. Setiap bedengan mampu menampung sekitar 1000 kecambah.

Selanjutnya bedengan-bedengan tadi diberi naungan yang berfungsi untuk menghalangi terik matahari langsung dan perusakan oleh curah hujan tinggi. Jangan lupa media pembibitan ini harus disiram setiap hari supaya tekstur di dalamnya tetap solid dan tidak terlalu padat. Jika ketinggian media tanam tersebut menyusut, disarankan untuk memperbaikinya lagi seperti semula.

Langkah 2 : Waktu Penanaman yang Ideal

Kecambah kelapa sawit yang sudah diterima sebaiknya lekas ditanam segera. Jika tidak dikhawatirkan ukuran plumula dan radikula-nya semakin bertambah panjang sehingga akan menyulitkan proses penanaman. Kecambah-kecambah yang kondisinya tidak normal, mati, kering, atau berjamur sebaiknya dimusnahkan karena kurang menguntungkan. Penanaman paling ideal dilakukan maksimal 5 hari sejak penerimaan kecambah tersebut.

Sebelum proses penanaman dimulai, disarankan pula untuk mencocokkan kembali identitas yang terlampir di kemasan dengan daftar persilangannya. Hal ini dimaksudkan guna mengidentifikasi kecambah tersebut benar-benar legal. Jangan sia-siakan uang Anda untuk berinvestasi memakai benih yang kualitasnya tidak pasti!

Langkah 3 : Pembagian Tim Menurut Tugasnya

Supaya jalannya penanaman benih kelapa sawit lebih efektif dan efisien, sebaiknya pekerjaan ini dilakukan secara beregu. Tim pertama bertugas mengisi kantong yang telah dibuka memakai fungisida. Tim kedua bertanggungjawab menyortir kecambah dan tim ketiga akan mencatatnya.

Tim keempat adalah tim pelangsir yang mendistribusikan kecambah ke tempat pembibitan. Sedangkan tim kelima bertugas untuk menanam kecambah sawit tersebut dengan prosedur yang benar. Oleh karena itu, orang-orang yang berada di tim kelima harus mempunyai keterampilan, keahlian, dan pengalaman sebab berpengaruh besar terhadap keberhasilan usaha ini.

Langkah 4 : Pelaksanaan Penanaman Kecambah Sawit

Mulailah dengan membuka kantong kemasan kecambah sawit secara hati-hati. Selanjutnya tanamkan kecambah tersebut dengan metode yang tepat. Bagian radikula (bakal akar) harus menghadap ke bawah, sementara bagian plumula (bakal tunas) wajib mengarah ke atas dan tertutup lapisan tanah. Ingat, jangan sekali-kali memadatkan tanah di atas kecambah karena bisa merusaknya.

Setelah proses penanaman kecambah telah rampung dikerjakan, siram area bedengan tersebut menggunakan air secukupnya. Sedangkan untuk mempermudah dalam mengawasi pertumbuhan kelapa sawit, pasang patok kayu yang memuat data tentang nomor registrasi, jenis bibit, varietas, jumlah bibit, dan tanggal penanaman.

Komentar

  1. terimakasih banyak informasi dan petunjuk penanaman kecambah kelapa sawit, saya akan mencoba pada hari Sabtu tanggal 11 Pebruari 2017 untuk kebutuhan ladang saya sendiri yang cukup luas (50 ha) mudah-mudahan sukses.

    BalasHapus
  2. Sebaiknya penanaman dilakukan di pagi hari atau sore hari? Ada tidak pengaruh dengan kecambahnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barang Pribadi ke Korea Selatan: Regulasi, Waktu Pengiriman, dan Risiko yang Sering Terjadi

  Pengiriman barang pribadi dari Indonesia ke Korea Selatan terus meningkat seiring mobilitas masyarakat lintas negara. Di balik kebutuhan tersebut, terdapat regulasi ketat yang mengatur arus barang masuk ke Korea Selatan, termasuk untuk kiriman non-komersial. Barang pribadi kerap diartikan sebagai barang milik sendiri yang digunakan sehari-hari. Namun dalam praktik kepabeanan, definisi tersebut bergantung pada penilaian petugas terhadap jenis barang, jumlah, dan nilai ekonominya. Regulasi yang Mengatur Barang Pribadi Korea Selatan menerapkan sistem kepabeanan yang menempatkan seluruh barang masuk, termasuk kiriman pribadi, dalam skema impor. Setiap paket wajib dilengkapi informasi yang jelas mengenai isi dan tujuan pengiriman. Barang yang dianggap sensitif seperti makanan, produk kesehatan, kosmetik, dan barang bermerek berada di bawah pengawasan khusus. Untuk kategori tertentu, izin tambahan atau standar keamanan dapat menjadi syarat mutlak sebelum barang dilepas. Regulasi ini be...

Cara Membaca Perhitungan Volume dan Berat dalam Pengiriman Jepang–Indonesia

  Dalam pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia, perhitungan volume dan berat menjadi dasar utama untuk menentukan skema pengiriman. Kedua unsur ini digunakan untuk menilai kebutuhan ruang di dalam kontainer serta memengaruhi alur penanganan barang selama proses logistik berlangsung. Berat mengacu pada bobot aktual barang setelah dikemas. Pengukuran ini dilakukan menggunakan timbangan dan dicatat dalam satuan kilogram. Berat aktual menjadi faktor penting karena berkaitan dengan batas maksimum muatan yang dapat ditampung oleh kontainer dan kapal. Volume menggambarkan besaran ruang yang ditempati barang. Perhitungan volume dilakukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang, kemudian dikonversi ke satuan meter kubik. Dalam pengiriman Jepang–Indonesia, pengukuran volume dilakukan secara detail karena setiap selisih kecil dapat memengaruhi penataan muatan di dalam kontainer. Pada pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia , volume sering menjadi acuan utama. Barang deng...

Tradisi Baru TKI dan Mahasiswa Jepang Saat Mengirim Paket

  Omiyage biasanya dikenal sebagai oleh-oleh kecil khas Jepang. Namun di kalangan TKI dan mahasiswa Indonesia di Jepang, muncul fenomena yang berbeda: omiyage yang ukurannya tidak kecil sama sekali. Bukan sekadar manisan atau gantungan kunci, tetapi barang-barang besar yang memenuhi satu kardus penuh. Fenomena ini muncul dari cara hidup yang berubah. Banyak yang tinggal jauh dari keluarga untuk waktu lama, sehingga hadiah kecil dianggap tidak cukup mewakili rasa rindu. Mereka memilih mengirim barang rumah tangga, pakaian musim dingin, peralatan elektronik mini, bahkan stok makanan instan Jepang. Omiyage tidak lagi hanya soal “cinderamata”, tetapi menjadi bahasa perhatian yang lebih luas. Tradisi baru ini mencerminkan pola pikir bahwa barang yang bermanfaat akan lebih dihargai. Seseorang mungkin mengemas satu set panci Jepang untuk ibunya, atau heater portabel untuk keluarga di kampung. Barang-barang itu membawa cerita tersendiri tentang bagaimana seseorang hidup di Jepang dan ing...