Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Membuat Pupuk dan Bio Pestisida dari Urine Kelinci

Bagi Anda yang saat ini membudidayakan kelinci bisa memanfaatkan urine kelinci untuk dibuat menjadi pupuk dan bio pestisida yang bagus untuk tanaman kelapa sawit. Tahukah Anda, urine kelinci memiliki kandungan unsur nitrogen (N) yang sangat tinggi. Unsur ini diketahui dapat mendukung pertumbuhan tanaman sehingga menjadikannya lebih subur, cepat tumbuh besar, dan menghasilkan buah yang melimpah. Unsur nitrogen yang terdapat di dalam urine kelinci juga bisa dipadukan dengan serbuk gergaji yang notabene kaya akan unsur karbon (C) untuk membuat konsentrasinya lebih seimbang. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan campuran antara urine kelinci dan serbuk gergaji sebagai bio pestisida yang sangat ampuh dan mematikan. Anda bisa memanfaatkan bio pestisida tersebut untuk mengendalikan hama yang menyerang kelapa sawit. Menurut Badan Penelitian Ternak (Balitnak), urine kelinci mengandung unsur N 2.72%, P 1.1%, dan K 0.5%. Sedangkan jika urine kelinci dicampur dengan kotorannya, maka kandung...

5 Cara Membasmi Bambu di Perkebunan Sawit

Bambu sebenarnya memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Bambu muda bisa dimasak menjadi sayur. Sedangkan bambu yang sudah tua bisa digunakan untuk membuat konstruksi bangunan. Bahkan bagi Bangsa Indonesia, bambu memiliki manfaat khusus yaitu bambu runcing sebagai alat untuk mengusir para penjajah. Namun ketika tumbuh di tempat yang tidak tepat, bambu akan berubah menjadi gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman utama. Contohnya bambu yang tumbuh di perkebunan dapat menjadi pesaing bagi tanaman kelapa sawit dalam mendapatkan unsur hara, air, dan sinar matahari. Bambu masih termasuk dalam keluarga rumput-rumputan. Tanaman ini umumnya tumbuh di daerah-daerah yang beriklim tropis hingga subtropis. Bambu yang ada di perkebunan kelapa sawit cukup sulit dikendalikan. Walaupun Anda sudah menebang dan membakarnya sampai habis, tapi bambu masih mampu tumbuh lagi karena akarnya masih ada. Anda yang ingin membasmi rerumpunan pohon bambu yang tumbuh di p...

Cara Mendapatkan Bakteri Nitrifikasi atau Nitrosomonas

Bakteri nitrifikasi atau nitrosomonas adalah bakteri yang sanggup menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia. Proses ini berlangsung secara aerob di dalam tanah. Kelompok bakteri ini mempunyai sifat kemolitotrof karena memakai senyawa nitrogen anorganik dalam siklus hidupnya. Sistem metabolisme senyawa nitrogen tersebut membutuhkan senyawa karbon dioksida sebagai sumber karbonnya. Senyawa ini lantas diikat di dalam siklus calvin. Pada umumnya, bakteri nitrifikasi bersifat tidak bisa bergerak (nonmotil). Bakteri ini cenderung akan melekat di permukaan benda-benda di sekelilingnya. Bakteri ini berkembang biak dengan cara membelah diri tetapi tidak dapat membentuk spora. Sedangkan proses nitrifikasi sendiri berlangsung dalam dua tahap besar yang masing-masing dilakukan oleh kelompok organisme yang berbeda. Adapun kelompok organisme yang dimaksud adalah sebagai berikut : Nitritasi yaitu proses oksidasi amonia menjadi nitrit yang dilakukan oleh kelompok bakteri Nitrosomonas dan Nitros...

3 Cara Mencegah Serangan Babi Hutan di Kebun

Kelapa sawit termasuk tanaman perkebunan yang gampang ditanam dan dipelihara. Tetapi di balik kemudahannya tersebut, ada berbagai hama yang dapat merusak pertumbuhan kelapa sawit. Babi hutan menjadi hama yang wajib Anda waspadai apabila menanam kelapa sawit di perkebunan. Hal tersebut lantaran serangannya terjadi secara massal dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Tidak hanya memakan tanaman, babi hutan juga mampu merusak dan merobohkannya. Perangai babi hutan akan berubah menjadi sangat agresif apabila merasa terkejut. Hewan ini akan menggunakan tanduknya untuk mempertahankan diri dan melawan musuh. Kemampuan berlarinya pun sangat baik. Setidaknya manusia biasa bisa terkejar oleh kawanan babi hutan yang sedang marah. Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati ketika berhadapan dengan hewan yang satu ini. Jika Anda melihat gerombolan babi hutan, kami sarankan sebaiknya berlindung dan jangan mencoba melawannya sendiri. Serangan babi hutan pada tanaman kelapa sawit sangat bera...

5 Cara Mengatasi Hama Landak di Perkebunan Sawit

Landak dikenal sebagai hama tanaman kelapa sawit. Hewan berduri yang termasuk dalam ordo Rodentia ini sangat suka memakan umbut yang tumbuh di bagian pangkal pelepah daun. Hal ini mengakibatkan tanaman kelapa sawit menjadi rusak dan pertumbuhannya terganggu. Secara garis besar, pengendalian terhadap landak cukup sulit dilakukan. Sebagai binatang nokturnal, landak hanya beraktivitas di malam hari dan bersembunyi saat pagi hingga sore. Landak tergolong sebagai binatang pengerat. Hewan ini sangat menyukai daun, batang, dan kulit kayu. Ukuran postur tubuhnya ketiga terbesar di antara hewan pengerat lainnya setelah kapibara dan berang-berang. Indonesia mempunyai tiga spesies landak yang khas di antaranya landak jawa (Hystrix javanica), landak sumatera (Hystrix sumatrae), dan landak kalimantan (Hystrix crassispinis). Secara alami, landak tinggal di pedalaman hutan. Hutan telah menyediakan tempat yang aman baginya untuk bertahan hidup dan pakan yang melimpah ruah. Tetapi karena penebanga...

Meremajakan Kelapa Sawit dengan Sistem Tumpang Sari

Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati. Selain dipakai untuk membuat minyak goreng, minyak nabati tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, alat kosmetik, dan bio diesel. Kini bisnis kelapa sawit telah ramai dilakukan di Indonesia. Sebagian besar lahan perkebunan di negeri ini ditanami kelapa sawit. Bahkan sekarang Indonesia menjadi negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Tanaman kelapa sawit terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Setelah mencapai usia yang produktif, tanaman tersebut menjadi berumur tua dan tidak mampu berproduksi dengan baik lagi. Tingkat produktivitas tanaman tersebut menurun drastis. Satu-satunya jalan keluar untuk mengembalikan produktivitasnya dalam menghasilkan TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit adalah peremajaan kembali. Pada umumnya, pohon kelapa sawit akan diremajakan kembali setelah usianya mencapai kisaran 25-30 tahun. Perkebunan kelapa sawit milik pemerintah dan swasta rutin melakukan upaya ini. S...

Cara Menanam Kelapa Sawit dan Perawatannya

Kelapa sawit banyak dibudidayakan di Benua Asia dan Afrika. Tercatat bahwa saat ini Indonesia menjadi negara yang paling banyak menanam kelapa sawit dan memproduksi minyaknya. Daging buah kelapa sawit merupakan bahan baku pembuatan minyak nabati. Selain digunakan sebagai minyak masak, minyak kelapa sawit juga bisa diolah menjadi sabun, produk kosmetik, bio diesel, dan keperluan industri. Pohon kelapa sawit dapat ditanam di lahan kering dan basah. Khusus untuk lahan kering dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu lahan perbukitan dan lahan pamah. Kelapa sawit bisa tumbuh subur di lahan perbukitan asalkan bisa mendapatkan pemupukan yang tepat dan berimbang. Hal ini dikarenakan lahan perbukitan memiliki sifat mudah kering dan kehilangan unsur hara. Sementara pohon kelapa sawit sendiri membutuhkan waktu sekitar 8-15 tahun untuk mencapai usia produktif. Jauh lebih baik membudidayakan kelapa sawit di lahan pamah yaitu lahan yang memiliki kontur datar. Pohon kelapa sawit yang ditanam di ...