Sekilas, mengirim makanan ke Jepang terlihat sederhana. Makanan dimasukkan ke dalam kardus, kemudian dikemas agar tidak rusak selama perjalanan. Masalahnya, makanan tidak bisa diperlakukan dengan cara yang sama. Kerupuk, sambal, rendang, abon, kue kering, dan makanan beku memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang mudah hancur, ada yang mengandung banyak cairan, ada yang membutuhkan suhu tertentu, dan ada pula yang memiliki bahan tertentu yang perlu diperhatikan ketika masuk ke Jepang. Karena itu, sebelum mencari tahu cara kirim makanan ke Jepang , hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali jenis makanan yang akan dikirim. 1. Makanan kering bukan berarti otomatis aman Makanan kering memang umumnya lebih mudah ditangani dibandingkan makanan basah. Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Contohnya: kerupuk keripik abon bumbu bubuk kue kering makanan ringan kemasan Masalah yang sering muncul justru bukan pada perjalanan, tetapi pada kondisi kemasan. Kerupuk ...
Ada orang yang menyimpan sepeda bukan karena masih sering digunakan, melainkan karena sepeda tersebut mengingatkan pada masa tertentu dalam hidupnya. Sepeda pertama yang dibeli dengan uang sendiri, sepeda yang menemani masa sekolah, atau sepeda lama yang akhirnya ikut pindah ketika pemiliknya menetap di Jepang. Ketika sepeda seperti ini hendak kirim barang dari Indonesia ke Jepang , persoalannya cukup berbeda dengan mengirim pakaian atau barang rumah tangga. Ukurannya besar, bentuknya tidak beraturan, dan terdapat banyak komponen yang saling terhubung. Bahkan kondisi sepeda sebelum dikirim dapat menentukan apakah proses pengemasannya akan mudah atau justru merepotkan. Sepeda tua juga menarik karena nilainya tidak selalu terlihat dari harga jualnya. Sebuah sepeda yang menurut orang lain sudah biasa saja mungkin justru mempunyai nilai pribadi yang sangat tinggi bagi pemiliknya. Sepeda yang terlihat kokoh ternyata punya banyak titik rawan Bingkai sepeda memang dirancang untuk menaha...