Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Istilah

Penyemprotan Kelapa Sawit secara Lengkap

Pada umumnya, kegiatan penyemprotan kelapa sawit bertujuan untuk menanggulangi gulma yang tubuh di lahan. Penyemprotan ini termasuk dalam upaya perawatan chemist tanaman kelapa sawit . Perawatan ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan gulma memakai bahan-bahan kimia. Biasanya digunakan bahan kimia berupa herbisida untuk keperluan ini. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah alat semprot yang berjenis knapsack sprayer yang memiliki nozzle polyjet berwarna merah. Pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan dalam perawatan chemis mencakup pengendalian ilalang, perawatan piringan, perawatan pasar pikul, dan perawatan gawangan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan ini di antaranya : Penyiapan Larutan Semprotan Pahami baik-baik herbisida yang akan Anda gunakan. Baca label dan petunjuk yang terlampir di kemasannya. Lakukan supervisi dengan tepat serta pastikan dosis yang digunakan sudah benar. Disarankan memakai alat ukur untuk menakar herbisida konsentrasi. Seb...

Apa itu Minyak Inti Kelapa Sawit?

Minyak inti kelapa sawit adalah minyak nabati yang terbuat dari buah kelapa sawit, tepatnya lapisan kernel/inti buah kelapa sawit. Minyak ini memiliki warna kuning. Komposisi asam lemak di dalamnya mirip seperti minyak kelapa. Dikenal sebagai minyak laurat, minyak inti kelapa sawit dapat dimakan dan diklaim lebih sehat daripada minyak sawit. Kernel merupakan bagian biji dari buah kelapa sawit . Kernel basah dengan tingkat kelembaban mencapai 6 persen mengandung minyak hingga mencapai 47-50 persen. Minyak inti mempunyai sifat yang lebih jenuh dan titik lebur lebih rendah dibandingkan dengan minyak sawit. Jika diletakkan dalam suhu yang tinggi, warna minyak ini cepat berubah menjadi lebih gelap. Kualitas minyak inti kelapa sawit dipengaruhi oleh bahan baku inti sawit yang digunakan dan proses pengolahannya. Suhu paling tinggi yang digunakan dalam membuat minyak ini kelapa sawit ialah 130 derajat celsius, khususnya pada proses perebusan. Jadi selama dalam proses pembuatannya, faktor s...

Cara Analisis Daun Kelapa Sawit

Bagaimana cara malakukan analisis daun kelapa sawit? Pada stadia bibit, daun (folium) kelapa sawit yang pertama kali keluar memiliki bentuk anceolate. Pertumbuhan selanjutnya adalah munculnya bifurcate yang diikuti oleh keluarnya bentuk pinnate. Sebagai contoh pada bibit yang berusia 5 bulan biasanya akan ditemukan 5 anceolate, 4 bifurcate, dan 3 pinnate. Sedangkan pada bibit yang telah berumur 12 bulan umumnya sudah mempunyai 5 anceolate, 4 bifurcate, dan 10 pinnate. Tujuan utama analisis daun kelapa sawit yaitu menentukan ragam dan dosis pupuk yang paling tepat diberikan kepada tanaman kelapa sawit serta mengetahui banyaknya unsur hara yang dibutuhkan oleh pokok kelapa sawit. Sementara itu, manfaat yang diperoleh dari analisis tersebut ialah dapat mengidentifikasi pelepah pertama, ketiga, kesembilan, dan ketujuh belas serta dapat menilai kondisi lahan secara visual dan membuat sampel kering untuk dianalisa di dalam laboratorium. Di bawah ini merupakan langkah-langkah dalam menga...

Daftar Fraksi Panen Buah Kelapa Sawit

Apa sih fraksi panen kelapa sawit itu? Mengapa kita harus mempelajarinya? Apakah kegunaan dari pembagian buah kelapa sawit menjadi beberapa fraksi ini? Mari kita pelajari semua hal tersebut secara bersama-sama! Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan waktu pemanenan TBS (Tandan Buah Segar) yaitu fraksi panen buah kelapa sawit. Ini merupakan pengelompokkan mutu berdasarkan tingkat kematangan buah kelapa sawit . Penggolongan fraksi buah kelapa sawit tersebut digunakan dalam ketetapan atau penentuan kriteria panen kelapa sawit yang tepat. Berikut ini daftar fraksi buah kelapa sawit dari KLPSWT : Fraksi 00 adalah golongan buah kelapa sawit yang masih mentah. Ciri-cirinya yaitu tidak ada buah yang terlepas dari TBS Fraksi 0 adalah golongan buah kelapa sawit yang hampir matang. Tandanya yaitu ada sekitar 2-5 persen buah sawit yang membrondol, namun jumlahnya kurang dari 1/2 brondolan per 1 kg TBS Fraksi 1 adalah golongan buah kelapa sawit yang mentah matang. Di ...

Inilah Standar Kematangan Buah Kelapa Sawit

Tingkat kematangan buah kelapa sawit mempunyai standar-standar tertentu. Hal ini harus diperhatikan dengan benar mengingat kuantitas dan kualitas CPO (Crude Palm Oil) sangat dipengaruhi oleh kematangan buah sebagai bahan bakunya. Oleh sebab itu, proses pemanenan TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit harus menghasilkan TBS pada kematangan yang optimal. Sebaliknya buah mentah yang ikut terbawa dalam pemanenan ini cenderung akan merusak mutu CPO. Begitu pula jika buah sawit yang dipanen terlalu matang, maka bakal menghasilkan CPO yang mempunyai kandungan asam lemak bebas yang tinggi. Setelah proses pemanenan selesai dilakukan, selanjutnya adalah mengangkut TBS kelapa sawit yang terkumpul ke PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Alat angkut yang biasa digunakan yaitu truk dan lori. Sesampainya tiba di PKS, buah-buah sawit ini akan dipilah berdasarkan tingkat kematangannya. Di bawah ini pedoman standar kematangan buah kelapa sawit yang bisa Anda gunakan : 1. Buah Immature Buah immature meru...

Apakah Pengertian dari Pabrik Kelapa Sawit?

Pengertian pabrik kelapa sawit (PKS) adalah suatu pabrik yang berfungsi sebagai tempat pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit kasar/crude palm oil (CPO), inti kelapa sawit (kernel), fiber, dan tempurung sawit. Proses pembangunan PKS berlandaskan pada suatu rancangan desain tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginannya. Suatu PKS selalu dilengkapi dengan peralatan dan mesin instalasi untuk mengolah TBS dengan teknologi serta kapasitas yang beragam. Di dalam proses pengolahan kelapa sawit menjadi CPO oleh PKS, bahan baku yang digunakan berupa TBS yang dipetik langsung dari pohon kelapa sawit yang telah berusia lebih dari 3 tahun. Selanjutnya kontrol terhadap standar dan kriteria TBS dilakukan secara berkala untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Contohnya pengkajian ini ditinjau menurut tipe buah, kematangan buah, kesegaran buah, panjang tangkai, dan lain-lain. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil maks...

Cara Menghitung Angka Kerapatan Panen Kelapa Sawit

Angka kerapatan panen (AKP) kelapa sawit disebut dengan istilah tasaksi produksi. Ini merupakan suatu perkiraan terhadap kapasitas produksi yang mungkin dihasilkan oleh tanaman-tanaman kelapa sawit yang dibudidayakan. Biasanya, pekerjaan ini dilaksanakan saat hendak menaksir produksi 6 bulan, 3 bulan, dan 1 bulan yang akan datang atau 1 hari sebelum proses pemanenan buah kelapa sawit dilakukan. Tujuan tasaksi panen kelapa sawit ialah memprediksi angka kerapatan panen (AKP), mengatur dan menghitung kebutuhan tenaga kerja , serta menyediakan sarana transportasi atau aksesibilitas untuk mengangkut hasil panen. Pada umumnya, pekerjaan tasaksi panen ini dikerjakan sebanyak dua kali setahun yakni pada bulan Juni dan Desember. Hanya tanaman-tanaman sawit yang mempunyai usia seragam saja yang akan diperkirakan produksinya. Penghitungannya sendiri ditujukan pada sample yang diambil sebanyak 5 persen dari total populasi tanaman. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kerapatan panen ...

3 Jenis Tanah yang Bagus untuk Tanaman Kelapa Sawit

Pelaksanaan budidaya kelapa sawit menggunakan media tanam berupa tanah. Namun tidak sembarang tanah bagus untuk mendukung pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Setidaknya tanah tersebut harus beraerasi baik, mengandung lempung, dan kondisinya subur. Selain itu, tanah juga harus memenuhi persyaratan tumbuh kelapa sawit seperti drainasenya yang lancar, permukaan air tanahnya terletak cukup dalam, keberadaan solum juga cukup dalam, serta tidak mengandung banyak bebatuan. Pada dasarnya, kelapa sawit menyukai tanah yang memiliki kontur datar sampai bergelombang dengan tingkat kelerengan berkisar antara 0-25 persen. Tanah terletak di suatu tempat yang memiliki ketinggian sekitar 1-400 m dpl serta tidak tergenangi air. Sedangkan tingkat keasaman tanah yang ditoleransi berada di derajat pH 4-6. Terdapat 3 jenis tanah yang cocok digunakan untuk membudidayakan kelapa sawit, antara lain : 1. Tanah Latosol Tanah latosol biasanya juga disebut tanah merah karena mempunyai warna kemerah-merahan....

Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman Kelapa Sawit

Tanaman kelapa sawit memerlukan unsur hara untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Melalui proses fotosintesis, unsur hara ini diolah menjadi bahan organik sebagai sumber energi untuk mendukung pertumbuhan. Oleh karena itu, peran unsur hara bagi suatu tanaman tidak bisa diganti dengan unsur yang lain. Kelapa sawit yang kekurangan unsur hara akan mengalami gejala spesifik di organ tertentu yang dikenal sebagai gejala kekahatan. Berdasarkan tingkat kebutuhannya, unsur hara yang diperlukan kelapa sawit dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. A. UNSUR HARA MAKRO Unsur hara makro ialah suatu unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang cukup banyak. Unsur-unsur hara yang termasuk dalam kategori ini antara lain nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kalsium, dan sulfur. Berikut penjelasan tentang masing-masing unsur hara tersebut. 1. Nitrogen (N) Nitrogen berperan penting dalam proses pembentukan sel, jaringan, dan organ tanaman. Fungsi utama nit...

Pembibitan Kelapa Sawit Pre-nursery dan Main-nursery

Budidaya kelapa sawit menganut sistem pembibitan (nursery) sebanyak dua tahap yaitu pre-nursery dan main-nursery. Secara singkat, pre-nursery merupakan pembibitan tahap awal sedangkan main-nursery adalah pembibitan tahap utama. Penjelasan lebih lanjut mengenai kedua macam sistem pembibitan tersebut akan kami jelaskan secara lengkap di bawah ini. Pada budidaya kelapa sawit, pembibitan bertujuan untuk mendapatkan bibit-bibit kelapa sawit berkualitas unggulan. Bibit ini ditumbuhkan dari buah kelapa sawit yang sudah diolah sedemikian rupa dan berubah menjadi kecambah. Setelah itu barulah pembibitan memasuki tahap pre-nursery lalu berlanjut ke tahap main-nursery. Tahap Pembibitan Pre-nursery Tahap pembibitan pre-nursery ialah tahap pengembangbiakan kecambah kelapa sawit menjadi bibit berukuran kecil. Lama waktu tahapan ini berlangsung antara 2-3 bulan. Adapun tujuan sistem pembibitan prenursery ini yaitu mempermudah pemantauan awal sehingga tingkat pertumbuhan sawit dan kondisin...

Mengenal Penyakit Busuk Pangkal Batang Pada Kelapa Sawit

Apakah penyakit busuk pangkal batang pada kelapa s awit itu? Basal Stem Root (BST) atau di Indonesia dikenal sebagai penyakit busuk pangkal batang adalah penyakit yang paling berbahaya pada kelapa sawit. Hal ini disebabkan tanaman yang terserang penyakit ini akan mengalami kerusakan yang serius hingga mati. Pengentasan sedari dini bisa mencegah terjadinya kemungkinan terburuk ini. Pada dasarnya, penyakit busuk pangkal batang disebabkan oleh jamur ganoderma. Jamur ini bisa ditemukan di seluruh dunia dan paling menyukai tumbuh di tanaman tahunan seperti kelapa sawit. Ganoderma adalah jamur pembusuk kayu yang bersifat patogen dan merugikan tanaman induknya. Gejala penyakit busuk pangkal batang pada kelapa sawit muda dapat dilihat dari adanya daun yang menguning atau berbintik-bintik. Beberapa kasus juga disertai dengan kejadian nekrosis. Sedangkan ukuran daun yang baru membuka cenderung lebih pendek daripada daun yang sehat, serta diikuti dengan klorosis dan nekrosis. Jika tid...