Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Cara Menghitung Rendemen Kelapa Sawit yang Benar

Bagaimana cara menghitung rendemen kelapa sawit yang benar? Bagi Anda yang sehari-hari bekerja di perkebunan sawit pasti sudah akrab dengan istilah rendemen, misalnya rendemen 25% atau rendemen 20%. Yap, rendemen adalah perbandingan antara jumlah CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan setiap 1 kg TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit. Penghitungan rendemen bertujuan untuk mengetahui tingkat produktifitas suatu pabrik kelapa sawit . Sehingga kualitas pabrik tersebut bisa dikontrol dengan baik. Adapun rumus dasar untuk menghitung rendemen sawit adalah sebagai berikut! RKS = (CPO/TBS) x 100% Keterangan : RKS = Prosentase rendemen kelapa sawit (%) CPO = Jumlah Crude Palm Oil yang dihasilkan (kg) TBS = Jumlah Tandan Buah Segar yang diolah (kg) Contoh Soal Untuk dapat memahami rumus perhitungan di atas, silahkan perhatikan contoh soal di bawah ini! Diketahui pabrik perusahaan "PT KLP SWT Indonesia" mengolah TBS kelapa sawit sebanyak 250.000 kg per hari. Sementara itu, jum...

Apakah Pengertian dari Pabrik Kelapa Sawit?

Pengertian pabrik kelapa sawit (PKS) adalah suatu pabrik yang berfungsi sebagai tempat pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit kasar/crude palm oil (CPO), inti kelapa sawit (kernel), fiber, dan tempurung sawit. Proses pembangunan PKS berlandaskan pada suatu rancangan desain tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginannya. Suatu PKS selalu dilengkapi dengan peralatan dan mesin instalasi untuk mengolah TBS dengan teknologi serta kapasitas yang beragam. Di dalam proses pengolahan kelapa sawit menjadi CPO oleh PKS, bahan baku yang digunakan berupa TBS yang dipetik langsung dari pohon kelapa sawit yang telah berusia lebih dari 3 tahun. Selanjutnya kontrol terhadap standar dan kriteria TBS dilakukan secara berkala untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Contohnya pengkajian ini ditinjau menurut tipe buah, kematangan buah, kesegaran buah, panjang tangkai, dan lain-lain. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil maks...

7 Syarat Utama Mendirikan Pabrik Kelapa Sawit

Apakah syarat-syarat untuk mendirikan pabrik kelapa sawit yang harus dipenuhi? Keberadaan sebuah pabrik di perkebunan sawit dapat mendukung efektifitas dan efisiensi di dalamnya. Adanya pabrik juga memungkinkan penghematan dari segi biaya, tenaga, dan waktu. Mengingat fungsinya yang krusial tersebut, sebisa mungkin area perkebunan perlu dilengkapi dengan pabrik pengolahan yang menyertainya. Di bawah ini persyaratan wajib untuk dapat membangun pabrik di perkebunan kelapa sawit! 1. Bahan Baku yang Tersedia Syarat utama untuk membangun pabrik kelapa sawit adalah ketersediaan bahan baku. Mengingat pabrik merupakan investasi yang padat modal dan membutuhkan dana yang besar, maka sebelum pabrik direalisasikan harus diperhitungkan dengan matang terlebih dahulu. Hal ini meliputi analisa terhadap jenis kelapa sawit, kualitas tandan buah segar, usia produktif pohon, dan transportasi pengangkutan buah sawit. Semakin baik bahan baku yang dimiliki, maka semakin bagus pula kualitas dari ha...

Cara Pengendalian Gulma Rumput Teki yang Ampuh

Ingin tahu teknik pengendalian gulma rumput teki yang paling ampuh? Suku teki-tekian diklasifikasikan sebagai famili Cyperaceae. Karakteristiknya yaitu bentuk penampang lintang batangnya segitiga membulat dan tidak mempunyai rongga, daunnya berurutan sepanjang batang dalam tiga baris, tidak memiliki daun lidah, serta tidak tumbuh secara bersembunyi. Contoh rumput teki antara lain Cyperus rotundus, Cyperus kyllinga, dan Scirpus moritimus. Rumput teki-tekian mempunyai tingkat pertumbuhan yang sangat cepat. Gulma ini mampu memproduksi makanannya dalam waktu yang relatif singkat melalui proses fotosintesis yang efektif. Umbi teki juga mampu hidup selama berbulan-bulan walaupun sudah tidak dilengkapi dengan batang. Oleh sebab itu, pengendalian rumput teki yang efektif tidak hanya ditujukan pada tanaman dan akarnya saja, tetapi juga harus memberantas umbi teki sekaligus. Pengendalian rumput teki bisa dilakukan secara biologis, mekanis, dan kimiawi. Pengendalian secara Biologis Pada ...

Cara Mengusir Monyet dari Ladang Kelapa Sawit

Bagaimana cara mengusir monyet dari ladang kelapa sawit? Mungkin seperti itulah kira-kira pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para petani. Bukan tanpa sebab mereka begitu tidak menghendaki keberadaan monyet di ladangnya. Salah satu penyebab yang paling mendasari ialah monyet-monyet tersebut gemar menjarah hasil perkebunan kelapa sawit. Monyet adalah sebutan untuk seluruh anggota primata yang bukan kera. Ciri-cirinya yaitu memiliki ekor dan posturnya agak kecil. Monyet merupakan binatang yang pintar, mampu mempelajari suatu hal, dan bisa menggunakan alat untuk membantunya menemukan makanan. Pengendalian monyet dari ladang kelapa sawit sebaiknya dilakukan dengan metode yang ramah lingkungan. Misalnya pencegahan dan pengusiran monyet agar tidak memasuki area perkebunan tersebut. Hindari penggunaan metode yang dapat menyebabkan monyet mengalami kepunahan, seperti pembunuhan dan pembantaian. Pengusiran Monyet dari Ladang Upaya pengusiran monyet dari ladang ini kami temukan da...

3 Cara Mematikan Pohon Kelapa Sawit Tanpa Menebang

Bagaimana cara mematikan pohon kelapa sawit tanpa menebangnya? Berinvestasi dengan kelapa sawit semakin terlihat menjanjikan dalam jangka panjang. Pasalnya tanaman ini mempunyai usia hidup yang terbilang lama dan permintaan pasar akan minyak kelapa sawit pun kian meningkat. Hal tersebut lantas mendorong para investor untuk berlomba-lomba dalam menanamkan uangnya di sektor ini. Salah satu kendala dalam membudidayakan kelapa sawit adalah tingkat produktifitasnya yang rendah. Permasalahan ini biasanya menimpa perkebunan rakyat yang kurang mendapatkan perawatan maksimal. Untuk mengatasinya, disarankan melakukan peremajaan perkebunan tersebut dengan mematikan pohon kelapa sawit tua dan menggantinya dengan kelapa-kelapa sawit muda. Di bawah ini panduan mematikan kelapa sawit tanpa harus menebangnya! Metode I : Natrium arsenit (Na3AsO3) Sebagian besar perusahaan kelapa sawit biasanya memanfaatkan Natrium arsenit untuk mematikan tanaman sawit yang tidak produktif. Buatlah lubang mem...

Proses Pengolahan Kelapa Sawit Menjadi CPO

Pengolahan kelapa sawit menjadi CPO melewati beberapa rangkaian proses yang saling berkaitan satu sama lain. Secara keseluruhan, proses ini dimulai dari pengumpulan TBS (Tanda Buah Segar) sampai dengan pemurnian CPO (Crued Palm Oil). Di bawah ini panduan langkah-langkah selengkapnya! Langkah 1. Pengumpulan TBS Dari kebun kelapa sawit , TBS diangkut ke pabrik pengolahan memakai truk. Setelah tiba di pabrik, semua TBS ini segera ditimbang untuk mengetahui kapasitas dan berat totalnya. Hal ini dimaksudkan supaya kualitas CPO yang dihasilkan dalam pemrosesan nantinya bisa dikontrol dengan baik. Langkah 2. Perebusan TBS TBS yang telah selesai ditimbang, berikutnya diangkut memakai lori pelat baja berlubang ke tempat perebusan. Lori ini ditempatkan sedemikian rupa di bejana sterilizer untuk direbus menggunakan uap air bertekanan 2,2-3,0 kg/cm2. Proses ini dilakukan selama 90 menit untuk mematikan enzim perusak buah, mempermudah perompolan buah dari tandan, dan memudahkan pelepasan in...

Ini Perbedaan Minyak Kelapa dan Minyak Sawit

Apakah perbedaan minyak kelapa dan minyak sawit? Minyak tropis seperti minyak kelapa dan minyak sawit sama-sama berasal dari tumbuh-tumbuhan dalam famili Arecaceae. Tetapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan terutama dalam hal kandungan nutrisinya. Minyak sawit terbuat dari bagian inti buah segar dari tanaman kelapa sawit (Elaeis Guineensis) yang diproses sedemikian rupa. Rata-rata produksi minyak sawit dunia mencapai 4,7 juta ton per tahun. Sedangkan minyak kelapa terbuat dari daging buah asal tanaman kelapa (Cocos nucifera) yang dikeringkan, atau biasa disebut kopra, kemudian diproses menggunakan metode tertentu. Minyak kelapa seringkali dibuat pula menjadi margarin dan butter. Saat ini, Filipina merupakan negara penghasil minyak kelapa terbanyak di dunia. Sementara itu, pada tahun 1995, Malaysia pernah menjadi negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar karena mampu memproduksi 51% dari total produksi dunia. Namun sejak tahun 2007, Indonesia yang meraih gelar ...