Langsung ke konten utama

Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman Kelapa Sawit

Tanaman kelapa sawit memerlukan unsur hara untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Melalui proses fotosintesis, unsur hara ini diolah menjadi bahan organik sebagai sumber energi untuk mendukung pertumbuhan. Oleh karena itu, peran unsur hara bagi suatu tanaman tidak bisa diganti dengan unsur yang lain. Kelapa sawit yang kekurangan unsur hara akan mengalami gejala spesifik di organ tertentu yang dikenal sebagai gejala kekahatan.

unsur-hara.jpg

Berdasarkan tingkat kebutuhannya, unsur hara yang diperlukan kelapa sawit dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

A. UNSUR HARA MAKRO

Unsur hara makro ialah suatu unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang cukup banyak. Unsur-unsur hara yang termasuk dalam kategori ini antara lain nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kalsium, dan sulfur. Berikut penjelasan tentang masing-masing unsur hara tersebut.

1. Nitrogen (N)

Nitrogen berperan penting dalam proses pembentukan sel, jaringan, dan organ tanaman. Fungsi utama nitrogen digunakan sebagai bahan sintetis, protein, klorofil, dan asam amino yang mengatur pertumbuhan tanaman. Ada dua bentuk nitrogen meliputi ammonium (NH4) dan nitrat (NO3). Tanaman yang kekurangan nitrogen memiliki daun yang menguning dan mudah rontok, pertumbuhannya lamban, serta produktifitasnya rendah. Sebaliknya bila kelebihan nitrogen, tanaman banyak mempunyai daun serta rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

2. Fosfor (P)

Fosfor menentukan sifat genetik tanaman, pertumbuhan organ, dan berpengaruh pada pembungaan. Kelapa sawit yang kekurangan fosfor akan terlihat hangus di beberapa bagian. Sedangkan bila mengandung fosfor terlalu banyak, maka penyerapan unsur hara lain akan terganggu.

3. Kalium (K)

Kegunaan kalium yaitu mengatur proses fotosintesis. Tanaman yang kekurangan kalium menyebabkan daunnya tampak hangus dan gampang gugur. Sementara bila kebanyakan kalium akan menghambat pertumbuhan serta penyerapan unsur hara yang lain.

4. Magnesium

Magnesium dibutuhkan kelapa sawit untuk mendukung transportasi energi sejumlah enzim. Sehingga jika kandungan unsur ini terlalu sedikit, akibatnya sejumlah unsur yang diperlukan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis menjadi tidak terangkut. Hal ini ditandai dari munculnya bercak-bercak kuning di permukaan daun yang tua. Sedangkan apabila tanaman sawit kelebihan magnesium tidak menimbulkan pengaruh yang fatal.

5. Kalsium (Ca)

Peran kalsium yakni mendorong terjadinya pertumbuhan sel, menguatkan jaringan, mengatur daya tembus sel, dan merawat dinding sel. Unsur hara Ca terutama mempengaruhi tingkat pertumbuhan akar. Karenanya, tanaman yang kekurangan kalsium akan memiliki sistem perakaran yang lemah, produksi bunga sedikit, dan daunnya kecil. Sedangkan pengaruh dari kandungan kalsium yang terlalu banyak sebatas mempengaruhi tingkat keasaman tanah.

6. Belerang (S)

Kelapa sawit membutuhkan belerang untuk membentuk asam amino berupa sistin, sistein, dan metionin. Tanaman yang kekurangan sulfur menyebabkan sintesis proteinnya terhambat dan menimbulkan klorosi. Hal ini biasanya ditandai dari perubahan warna daun muda yang menguning karena distribusi unsur hara sangat rendah.

B. UNSUR HARA MIKRO

Unsur hara mikro adalah suatu unsur hara yang diperlukan oleh kelapa sawit dalam jumlah sedikit. Beberapa unsur yang tergolong sebagai unsur hara mikro di antaranya boron, tembaga, seng, besi, molibdenum, mangan, khlor, natrium, cobalt, silikon, dan nikel. Penjelasan yang lengkap dari unsur-unsur hara tersebut bisa Anda simak berikut ini!

1. Boron (B)

Boron berperan dalam proses pembentukan, pembelahan, diferensiasi, dan pembagian sel. Kekurangan boron menimbulkan daun berkerut dan berwarna lebih tua. Sementara kalau kelebihan boron akibatnya ujung daun menguning dan mengalami nekrosis.

2. Tembaga (Cu)

Tembaga bertugas dalam mengangkut sejumlah enzim pada tumbuhan. Kelapa sawit yang kekurangan tembaga akan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan tunas dan bunga. Di sisi lain, jika tanaman mengandung tembaga yang terlalu banyak, maka posturnya akan kerdil.

3. Seng

Seng membantu terjadinya proses fotosintesis pada tanaman. Sehingga jika kekurangan seng, maka tanaman akan kerdil sebab pertumbuhannya lambat.

4. Besi

Peran besi adalah sebagai katalisator pembentukan klorofil dan pembuatan protein. Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Kelebihan besi menimbulkan nekrosis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barang Pribadi ke Korea Selatan: Regulasi, Waktu Pengiriman, dan Risiko yang Sering Terjadi

  Pengiriman barang pribadi dari Indonesia ke Korea Selatan terus meningkat seiring mobilitas masyarakat lintas negara. Di balik kebutuhan tersebut, terdapat regulasi ketat yang mengatur arus barang masuk ke Korea Selatan, termasuk untuk kiriman non-komersial. Barang pribadi kerap diartikan sebagai barang milik sendiri yang digunakan sehari-hari. Namun dalam praktik kepabeanan, definisi tersebut bergantung pada penilaian petugas terhadap jenis barang, jumlah, dan nilai ekonominya. Regulasi yang Mengatur Barang Pribadi Korea Selatan menerapkan sistem kepabeanan yang menempatkan seluruh barang masuk, termasuk kiriman pribadi, dalam skema impor. Setiap paket wajib dilengkapi informasi yang jelas mengenai isi dan tujuan pengiriman. Barang yang dianggap sensitif seperti makanan, produk kesehatan, kosmetik, dan barang bermerek berada di bawah pengawasan khusus. Untuk kategori tertentu, izin tambahan atau standar keamanan dapat menjadi syarat mutlak sebelum barang dilepas. Regulasi ini be...

Cara Membaca Perhitungan Volume dan Berat dalam Pengiriman Jepang–Indonesia

  Dalam pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia, perhitungan volume dan berat menjadi dasar utama untuk menentukan skema pengiriman. Kedua unsur ini digunakan untuk menilai kebutuhan ruang di dalam kontainer serta memengaruhi alur penanganan barang selama proses logistik berlangsung. Berat mengacu pada bobot aktual barang setelah dikemas. Pengukuran ini dilakukan menggunakan timbangan dan dicatat dalam satuan kilogram. Berat aktual menjadi faktor penting karena berkaitan dengan batas maksimum muatan yang dapat ditampung oleh kontainer dan kapal. Volume menggambarkan besaran ruang yang ditempati barang. Perhitungan volume dilakukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang, kemudian dikonversi ke satuan meter kubik. Dalam pengiriman Jepang–Indonesia, pengukuran volume dilakukan secara detail karena setiap selisih kecil dapat memengaruhi penataan muatan di dalam kontainer. Pada pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia , volume sering menjadi acuan utama. Barang deng...

Tradisi Baru TKI dan Mahasiswa Jepang Saat Mengirim Paket

  Omiyage biasanya dikenal sebagai oleh-oleh kecil khas Jepang. Namun di kalangan TKI dan mahasiswa Indonesia di Jepang, muncul fenomena yang berbeda: omiyage yang ukurannya tidak kecil sama sekali. Bukan sekadar manisan atau gantungan kunci, tetapi barang-barang besar yang memenuhi satu kardus penuh. Fenomena ini muncul dari cara hidup yang berubah. Banyak yang tinggal jauh dari keluarga untuk waktu lama, sehingga hadiah kecil dianggap tidak cukup mewakili rasa rindu. Mereka memilih mengirim barang rumah tangga, pakaian musim dingin, peralatan elektronik mini, bahkan stok makanan instan Jepang. Omiyage tidak lagi hanya soal “cinderamata”, tetapi menjadi bahasa perhatian yang lebih luas. Tradisi baru ini mencerminkan pola pikir bahwa barang yang bermanfaat akan lebih dihargai. Seseorang mungkin mengemas satu set panci Jepang untuk ibunya, atau heater portabel untuk keluarga di kampung. Barang-barang itu membawa cerita tersendiri tentang bagaimana seseorang hidup di Jepang dan ing...