Langsung ke konten utama

5 Pekerjaan yang Ada di TBM Kelapa Sawit

Di dalam budidaya kelapa sawit, istilah TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) merujuk pada tanaman kelapa sawit berumur muda yang belum mampu menghasilkan TBS (Tandan Buah Segar) yang layak dipanen. Artinya usia tanaman tersebut di mulai sejak penanaman hingga mencapai 30 bulan. Tahap perawatan terhadap TBM merupakan kelanjutan dari tahap pembukaan lahan dan penanaman bibit kelapa sawit.
Usaha yang dilakukan dalam merawat kelapa sawit pada masa TBM berpengaruh besar terhadap keberhasilan budidaya. Hal ini mengingat pohon sawit di rentang usia tersebut masih memiliki kondisi yang belum stabil. Sangat besar kemungkinan tanaman yang dipelihara diserang oleh hama atau penyakit. Bahkan yang lebih buruk kelapa-kelapa sawit tersebut ternyata tidak terlalu produktif.
Berikut ini pekerjaan-pekerjaan yang ada di TBM kelapa sawit, meliputi :

1. Penunasan
Pekerjaan menunas dilakukan dengan memotong daun kelapa sawit yang sudah tua dan tidak bermanfaat bagi tanaman. Penunasan pertamakali dilakukan ketika tanaman berusia 15 bulan atau sudah memiliki daun sebanyak 48 helai. Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengefektifkan pertumbuhan tanaman dan menjaga kebersihan pohon. Peralatan yang digunakan dalam menunas yakni egrek, dosok, kapak, serta chicel berukuran 5-8 cm.
Terdapat tiga macam pekerjaan penunasan. Pertama adalah penunasan pendahuluan yang dilakukan sejak 6 bulan sebelum kelapa sawit dikategorikan menjadi TSM (Tanaman Sudah Menghasilkan). Kedua yakni penunasan periodik yang diberlakukan pada tanaman-tanaman sawit secara berkala dan bergiliran. Ketiga yaitu penunasan panen yang dikerjakan di waktu panen terutama saat kapasitasnya menurun.
2. Kastarsi
Pemotongan bunga kelapa sawit yang masih muda pada tahap pembungaan awal dikenal sebagai kastrasi. Pertumbuhan bunga pada masa permulaan ini tidak layak dipertahankan karena perkembangannya belum sempurna sehingga tidak menguntungkan. Pemotongan ditujukan pada tanaman berusia 14-20 tahun dan dilakukan selama 10-12 bulan dengan pergiliran sebulan sekali. Kastrasi dimulai jika 25 persen dari tanaman budidaya sudah mulai berbunga.
Tujuan dari diberlakukannya kartasi pada kelapa sawit antara lain merangsang pertumbuhan tanaman, menghemat air dan hara, menyeragamkan perkembangan buah, serta menghasilkan tandan yang sempurna. Di samping kastrasi juga dapat mempertahankan kebersihan tanaman sehingga dapat terhindar dari serangan hama dan penyakit.
Proses kastrasi dikerjakan dengan memotong bunga yang baru tumbuh ketiak pelepah daun kelapa sawit. Sebagai alat pemotongannya digunakan dodos yakni alat semacam linggis yang memiliki ujung berkait. Bunga dipotong melalui tanpa melukai pelepah dan batang. Setelah bunga terpotong, bunga tersebut ditarik lurus menggunakan pengait.
3. Konsolidasi
Konsolidasi yaitu pemantauan kebun kelapa sawit yang sudah ditanami untuk memastikan kondisinya. Tanaman yang roboh ditegakkan, tanah yang labil dipadatkan, pelepah yang mengering dipotong, bibit yang mati diganti, teras yang rusak diperbaiki, dan segala bentuk perawatan lainnya. Konsolidasi ini dilakukan pada masa TBM pertama.
4. Penyulaman
Penyulaman adalah penggantian tanaman kelapa sawit yang tumbuh tidak normal dengan bibit sawit baru. Sebaiknya gunakanlah bibit khusus yang memang sengaja disediakan untuk keperluan ini. Disarankan melakukan penyulaman pada masa TBM pertama dan TBM kedua, serta hindari pada TBM ketiga sebab justru dapat membengkakkan biaya investasi.
Kebanyakan bibit yang memiliki pertumbuhan kurang normal akan terlihat mulai dari usianya 6-12 bulan sejak penanaman. Tanaman yang diserang hama landak, babi, dan gajah perlu diganti. Sedangkan tanaman yang diserang tikus dan oryctes tidak perlu diganti sebab bakal sembuh dengan sendirinya. Sebagai penanda dari tanaman yang diserang biasanya digunakan pelepah berukuran tinggi yang ditancapkan di sekitar tanaman.
5. Pemeliharaan LCC
LCC (Legume Cover Crop) adalah tanaman-tanaman yang berfungsi untuk menutupi tanah di area perkebunan kelapa sawit. Kegunaan dari tanaman ini yaitu untuk memperbaiki sifat tanah, meningkatkan kandungan unsur nitrogen, menjaga kondisi tanah, mempertahankan kelembaban, mencegah erosi, dan menekan pertumbuhan gulma. Jenis tanaman yang sering dipakai sebagai LCC berasal dari kacang-kacangan seperti Centrosema pubescens, Pueraria javanica, dan Calopoginium mucunoides. Meskipun tidak diprioritaskan untuk diambil hasilnya, tanaman LCC perlu mendapatkan perawatan intensif selama enam bulan pertama.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barang Pribadi ke Korea Selatan: Regulasi, Waktu Pengiriman, dan Risiko yang Sering Terjadi

  Pengiriman barang pribadi dari Indonesia ke Korea Selatan terus meningkat seiring mobilitas masyarakat lintas negara. Di balik kebutuhan tersebut, terdapat regulasi ketat yang mengatur arus barang masuk ke Korea Selatan, termasuk untuk kiriman non-komersial. Barang pribadi kerap diartikan sebagai barang milik sendiri yang digunakan sehari-hari. Namun dalam praktik kepabeanan, definisi tersebut bergantung pada penilaian petugas terhadap jenis barang, jumlah, dan nilai ekonominya. Regulasi yang Mengatur Barang Pribadi Korea Selatan menerapkan sistem kepabeanan yang menempatkan seluruh barang masuk, termasuk kiriman pribadi, dalam skema impor. Setiap paket wajib dilengkapi informasi yang jelas mengenai isi dan tujuan pengiriman. Barang yang dianggap sensitif seperti makanan, produk kesehatan, kosmetik, dan barang bermerek berada di bawah pengawasan khusus. Untuk kategori tertentu, izin tambahan atau standar keamanan dapat menjadi syarat mutlak sebelum barang dilepas. Regulasi ini be...

Cara Membaca Perhitungan Volume dan Berat dalam Pengiriman Jepang–Indonesia

  Dalam pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia, perhitungan volume dan berat menjadi dasar utama untuk menentukan skema pengiriman. Kedua unsur ini digunakan untuk menilai kebutuhan ruang di dalam kontainer serta memengaruhi alur penanganan barang selama proses logistik berlangsung. Berat mengacu pada bobot aktual barang setelah dikemas. Pengukuran ini dilakukan menggunakan timbangan dan dicatat dalam satuan kilogram. Berat aktual menjadi faktor penting karena berkaitan dengan batas maksimum muatan yang dapat ditampung oleh kontainer dan kapal. Volume menggambarkan besaran ruang yang ditempati barang. Perhitungan volume dilakukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang, kemudian dikonversi ke satuan meter kubik. Dalam pengiriman Jepang–Indonesia, pengukuran volume dilakukan secara detail karena setiap selisih kecil dapat memengaruhi penataan muatan di dalam kontainer. Pada pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia , volume sering menjadi acuan utama. Barang deng...

Tradisi Baru TKI dan Mahasiswa Jepang Saat Mengirim Paket

  Omiyage biasanya dikenal sebagai oleh-oleh kecil khas Jepang. Namun di kalangan TKI dan mahasiswa Indonesia di Jepang, muncul fenomena yang berbeda: omiyage yang ukurannya tidak kecil sama sekali. Bukan sekadar manisan atau gantungan kunci, tetapi barang-barang besar yang memenuhi satu kardus penuh. Fenomena ini muncul dari cara hidup yang berubah. Banyak yang tinggal jauh dari keluarga untuk waktu lama, sehingga hadiah kecil dianggap tidak cukup mewakili rasa rindu. Mereka memilih mengirim barang rumah tangga, pakaian musim dingin, peralatan elektronik mini, bahkan stok makanan instan Jepang. Omiyage tidak lagi hanya soal “cinderamata”, tetapi menjadi bahasa perhatian yang lebih luas. Tradisi baru ini mencerminkan pola pikir bahwa barang yang bermanfaat akan lebih dihargai. Seseorang mungkin mengemas satu set panci Jepang untuk ibunya, atau heater portabel untuk keluarga di kampung. Barang-barang itu membawa cerita tersendiri tentang bagaimana seseorang hidup di Jepang dan ing...