Langsung ke konten utama

Cara Menentukan Jarak dan Kerapatan Tanam Kelapa Sawit

Bagaimana cara menentukan jarak dan kerapatan tanam kelapa sawit? Perlu diketahui, penentuan stand per hectar (SPH) atau jarak kerapatan tanam akan berpengaruh besar terhadap masa depan budidaya kelapa sawit, terutama dalam hal produktifitasnya. Memang benar menanam kelapa sawit dengan jarak yang cukup rapat memungkinkan jumlah pohon yang dipelihara menjadi lebih banyak. Tapi dampak buruknya, produktifitas kelapa sawit tersebut rendah karena tanaman saling berebutan unsur hara.
Penentuan jarak dan kerapatan tanam kelapa sawit hendaknya selalu memperhatikan kondisi lahan budidaya. Pada lahan datar sampai bergelombang dengan tanah berjenis coastal clay dan alluvium, SPH yang dianjurkan adalah 136 bibit/ha. Sedangkan tanah datar yang mengandung coastal clay perlu ditanam kelapa sawit sebanyak 148 bibit/ha, tanah yang mengandung podsolic sebanyak 148 bibit/ha, dan tanah berpodsolic dengan problem Ganoderma sebanyak 160 bibit/ha. Sementara itu, untuk tanah yang mengandung marginal inland dan peat soil sebanyak 148-160 bibit/ha, serta tanah marginal inland dan peat soil (ganoderma) dianjurkan menanam 160 bibit/ha.

Untuk lahan budidaya yang berbukit, penanaman kelapa sawit yang ideal berkisar antara 148-160 bibit/ha. Dan untuk lahan gambut, idealnya ditanami dengan kelapa sawit sejumlah 148 bibit/ha.
Jumlah populasi kelapa sawit per hektar juga dipengaruhi oleh jarak tanam yang dipakai dan model jarak tanam yang diterapkan. Sebagai contoh, penanaman bibit sawit akan dilakukan dengan jarak 9 x 9 meter. Arabika model jarak tanamnya berbeda, misal segitiga dan persegi, maka populasi kerapatan tanamnya pun turut berbeda pula.
Sementara itu, penentuan jarak tanam kelapa sawit yang tepat harus memperhatikan intensitas cahaya matahari. Perlu diketahui, intensitas yang dibutuhkan masing-masing tanaman ini berbeda-beda sesuai jenis kelapa sawit yang dibudidayakan.
Faktor intensitas, kualitas, dan lamanya penyinaran dapat mempengaruhi pertumbuhan morfologi kelapa sawit. Tanaman yang terhalang akan menyebabkan pertumbuhannya cenderung meninggi dengan habitus yang rendah dan lemah. Tanaman yang tidak bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup juga mengakibatkan jumlah daunnya berkurang dan jumlah bunga betinanya pun sedikit.
Populasi tanaman kelapa sawit per hektar yang terlampau padat akan mengakibatkan tingkat produktifitasnya menurun karena tidak mampu berfotosintesis dengan baik. Hal ini disebabkan oleh kompetisi antar-tanaman dalam mengambil unsur hara dan terjadinya tumpang tindih antar-pelepah yang menghalangi sinar matahari. Kepadatan populasi tanaman juga akan mengakibatkan tingkat kelembaban lingkungan di bawahnya semakin bertambah sehingga memicu berkembangnya hama dan penyakit.
Penentuan jarak antar tanaman dan arah barisan tanam yang tepat bisa mencegah dan mengatasi masalah-masalah kelapa sawit terkait intensitas dan kuantitas sinar matahari yang kurang. Direkomendasikan untuk mengaplikasikan jarak tanam yang membentuk segitiga sama sisi agar pemantauan tanaman lebih mudah dilakukan. Dianjurkan pula untuk menanam kelapa sawit dengan arah barisan tanam dari utara ke selatan sehingga penyebaran sinar matahari dari timur ke barat bisa maksimal untuk setiap tanaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barang Pribadi ke Korea Selatan: Regulasi, Waktu Pengiriman, dan Risiko yang Sering Terjadi

  Pengiriman barang pribadi dari Indonesia ke Korea Selatan terus meningkat seiring mobilitas masyarakat lintas negara. Di balik kebutuhan tersebut, terdapat regulasi ketat yang mengatur arus barang masuk ke Korea Selatan, termasuk untuk kiriman non-komersial. Barang pribadi kerap diartikan sebagai barang milik sendiri yang digunakan sehari-hari. Namun dalam praktik kepabeanan, definisi tersebut bergantung pada penilaian petugas terhadap jenis barang, jumlah, dan nilai ekonominya. Regulasi yang Mengatur Barang Pribadi Korea Selatan menerapkan sistem kepabeanan yang menempatkan seluruh barang masuk, termasuk kiriman pribadi, dalam skema impor. Setiap paket wajib dilengkapi informasi yang jelas mengenai isi dan tujuan pengiriman. Barang yang dianggap sensitif seperti makanan, produk kesehatan, kosmetik, dan barang bermerek berada di bawah pengawasan khusus. Untuk kategori tertentu, izin tambahan atau standar keamanan dapat menjadi syarat mutlak sebelum barang dilepas. Regulasi ini be...

Cara Membaca Perhitungan Volume dan Berat dalam Pengiriman Jepang–Indonesia

  Dalam pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia, perhitungan volume dan berat menjadi dasar utama untuk menentukan skema pengiriman. Kedua unsur ini digunakan untuk menilai kebutuhan ruang di dalam kontainer serta memengaruhi alur penanganan barang selama proses logistik berlangsung. Berat mengacu pada bobot aktual barang setelah dikemas. Pengukuran ini dilakukan menggunakan timbangan dan dicatat dalam satuan kilogram. Berat aktual menjadi faktor penting karena berkaitan dengan batas maksimum muatan yang dapat ditampung oleh kontainer dan kapal. Volume menggambarkan besaran ruang yang ditempati barang. Perhitungan volume dilakukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang, kemudian dikonversi ke satuan meter kubik. Dalam pengiriman Jepang–Indonesia, pengukuran volume dilakukan secara detail karena setiap selisih kecil dapat memengaruhi penataan muatan di dalam kontainer. Pada pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia , volume sering menjadi acuan utama. Barang deng...

Tradisi Baru TKI dan Mahasiswa Jepang Saat Mengirim Paket

  Omiyage biasanya dikenal sebagai oleh-oleh kecil khas Jepang. Namun di kalangan TKI dan mahasiswa Indonesia di Jepang, muncul fenomena yang berbeda: omiyage yang ukurannya tidak kecil sama sekali. Bukan sekadar manisan atau gantungan kunci, tetapi barang-barang besar yang memenuhi satu kardus penuh. Fenomena ini muncul dari cara hidup yang berubah. Banyak yang tinggal jauh dari keluarga untuk waktu lama, sehingga hadiah kecil dianggap tidak cukup mewakili rasa rindu. Mereka memilih mengirim barang rumah tangga, pakaian musim dingin, peralatan elektronik mini, bahkan stok makanan instan Jepang. Omiyage tidak lagi hanya soal “cinderamata”, tetapi menjadi bahasa perhatian yang lebih luas. Tradisi baru ini mencerminkan pola pikir bahwa barang yang bermanfaat akan lebih dihargai. Seseorang mungkin mengemas satu set panci Jepang untuk ibunya, atau heater portabel untuk keluarga di kampung. Barang-barang itu membawa cerita tersendiri tentang bagaimana seseorang hidup di Jepang dan ing...