Langsung ke konten utama

6 Hama Kelapa Sawit yang Harus Diwaspadai

Apa sajakah hama-hama kelapa sawit yang harus diwaspadai? Organisme yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan keberadaannya dalam kegiatan sehari-hari manusia disebut hama. Hal ini dikarenakan hama dapat merusak akar, batang, daun, dan bagian-bagian lainnya sehingga kelapa sawit tidak bisa tumbuh normal lalu akhirnya mati.
Baik kelapa sawit yang tumbuh secara liar maupun tanaman budidaya memiliki hama yang merupakan musuh perusak serta wajib diwaspadai. Produktifitas kelapa sawit yang terserang hama akan menurun drastis. Ini berarti hama perlu ditangani sesegera mungkin menggunakan metode pengendalian yang tepat dan efektif.

Apa saja sih hama-hama yang suka menggerogoti tanaman kelapa sawit yang dibudidayakan?
1. Kumbang Tanduk
Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) merupakan hama utama pada kelapa sawit. Seperti yang pernah kami bahas di sini, kumbang ini sangat senang memakan hampir semua bagian tanaman yang lunak, termasuk bakal daun dan daun dewasa. Parahnya jika kumbang ini berhasil memakan habis titik tumbuh tanaman, maka cepat atau lambat kelapa sawit pun akan mati.
2. Ngengat
Ngengat (Tirathaba mundella) juga termasuk hama kelapa sawit yang paling berbahaya. Bagaimana tidak? Hama ini akan meletakkan telur-telurnya pada tandan buah kelapa sawit. Setelah telur menetas, larva ngengat yang berupa ulat akan melubangi buah-buah sawit yang telah matang. Semua buah kelapa sawit pun bakal habis tak tersisa digerogoti oleh ulat dari Tirathaba mundella ini. Selain itu, larva ngengat dapat menyebabkan pula penyakit busuk buah.
3. Tungau Merah
Meskipun ukuran tungau merah (Oligonychus) tidak lebih dari 0,5 mm, tetapi jangan salah hama ini dapat menimbulkan kerusakan yang cukup serius pada tanaman kelapa sawit. Tungau merah merusak tanaman mulai dari bibit kelapa sawit hingga pohon dewasa. Hama ini berkembang biak di tulang anak daun kelapa sawit. Kerusakan terjadi karena tungau merah menghisap cairan daun yang menyebabkan layu. Pada saat musim kemarau, tungau merah memiliki perilaku yang agresif dan lebih membahayakan.
4. Ulat Api
Ulat api (Setora nitens) merupakan larva dari kupu-kupu setora. Hama ini sangatlah rakus karena bisa menghabiskan hampir seluruh daun kelapa sawit. Bahkan tidak jarang yang tersisa di tanaman hanya tinggal tulang daunnya saja alias lidi sawit. Perlu diketahui bahwa tingkat perkembangbiakan ulat api terbilang tinggi sehingga harus dihilangkan dengan cepat.
5. Tikus Belukan
Salah satu spesies tikus hutan yang kerapkali dijumpai di perkebunan kelapa sawit yaitu tikus belukan (Rattus tiomanicus). Bukan hanya menggerogoti tanaman, tikus ini juga biasanya menggondol buah-buah kelapa sawit yang telah masak. Pengendalian tikus belukan yang paling mudah adalah dengan melestarikan predator alaminya seperti burung hantu, ular, dan kucing hutan.
6. Babi Hutan
Walaupun tidak secara langsung, babi hutan juga dapat merusak kelapa-kelapa sawit yang dipelihara. Babi hutan kerapkali menabrak tanaman-tanaman. Jika tubrukan sangat keras, bukan tidak mungkin pohon kelapa sawit yang sudah berukuran besar pun akan roboh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barang Pribadi ke Korea Selatan: Regulasi, Waktu Pengiriman, dan Risiko yang Sering Terjadi

  Pengiriman barang pribadi dari Indonesia ke Korea Selatan terus meningkat seiring mobilitas masyarakat lintas negara. Di balik kebutuhan tersebut, terdapat regulasi ketat yang mengatur arus barang masuk ke Korea Selatan, termasuk untuk kiriman non-komersial. Barang pribadi kerap diartikan sebagai barang milik sendiri yang digunakan sehari-hari. Namun dalam praktik kepabeanan, definisi tersebut bergantung pada penilaian petugas terhadap jenis barang, jumlah, dan nilai ekonominya. Regulasi yang Mengatur Barang Pribadi Korea Selatan menerapkan sistem kepabeanan yang menempatkan seluruh barang masuk, termasuk kiriman pribadi, dalam skema impor. Setiap paket wajib dilengkapi informasi yang jelas mengenai isi dan tujuan pengiriman. Barang yang dianggap sensitif seperti makanan, produk kesehatan, kosmetik, dan barang bermerek berada di bawah pengawasan khusus. Untuk kategori tertentu, izin tambahan atau standar keamanan dapat menjadi syarat mutlak sebelum barang dilepas. Regulasi ini be...

Cara Membaca Perhitungan Volume dan Berat dalam Pengiriman Jepang–Indonesia

  Dalam pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia, perhitungan volume dan berat menjadi dasar utama untuk menentukan skema pengiriman. Kedua unsur ini digunakan untuk menilai kebutuhan ruang di dalam kontainer serta memengaruhi alur penanganan barang selama proses logistik berlangsung. Berat mengacu pada bobot aktual barang setelah dikemas. Pengukuran ini dilakukan menggunakan timbangan dan dicatat dalam satuan kilogram. Berat aktual menjadi faktor penting karena berkaitan dengan batas maksimum muatan yang dapat ditampung oleh kontainer dan kapal. Volume menggambarkan besaran ruang yang ditempati barang. Perhitungan volume dilakukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang, kemudian dikonversi ke satuan meter kubik. Dalam pengiriman Jepang–Indonesia, pengukuran volume dilakukan secara detail karena setiap selisih kecil dapat memengaruhi penataan muatan di dalam kontainer. Pada pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia , volume sering menjadi acuan utama. Barang deng...

Tradisi Baru TKI dan Mahasiswa Jepang Saat Mengirim Paket

  Omiyage biasanya dikenal sebagai oleh-oleh kecil khas Jepang. Namun di kalangan TKI dan mahasiswa Indonesia di Jepang, muncul fenomena yang berbeda: omiyage yang ukurannya tidak kecil sama sekali. Bukan sekadar manisan atau gantungan kunci, tetapi barang-barang besar yang memenuhi satu kardus penuh. Fenomena ini muncul dari cara hidup yang berubah. Banyak yang tinggal jauh dari keluarga untuk waktu lama, sehingga hadiah kecil dianggap tidak cukup mewakili rasa rindu. Mereka memilih mengirim barang rumah tangga, pakaian musim dingin, peralatan elektronik mini, bahkan stok makanan instan Jepang. Omiyage tidak lagi hanya soal “cinderamata”, tetapi menjadi bahasa perhatian yang lebih luas. Tradisi baru ini mencerminkan pola pikir bahwa barang yang bermanfaat akan lebih dihargai. Seseorang mungkin mengemas satu set panci Jepang untuk ibunya, atau heater portabel untuk keluarga di kampung. Barang-barang itu membawa cerita tersendiri tentang bagaimana seseorang hidup di Jepang dan ing...