Langsung ke konten utama

Postingan

Pembuatan Lubang Tanam Kelapa Sawit di Lahan Mineral dan Gambut

Lubang tanam berguna sebagai lubang penanaman bibit-bibit saat kita membudidayakan kelapa sawit. Pembuatan lubang ini harus memperhatikan waktu dan kondisi lahan yang dimiliki. Kesalahan dalam pembuatan lubang penanaman juga dapat memperbesar risiko kegagalan terhadap budidaya yang kita lakukan. Direkomendasikan membuat lubang tanam kelapa sawit sejak seminggu sebelum proses penanaman bibit dilakukan. Tujuannya agar waktu yang tersedia cukup untuk mengontrol lubang penanaman yang telah dibuat. Jika rentang pembuatan lubang tanam dan penanaman bibit terlalu lama, maka lubang berpotensi bakal tertimbun kembali. Sedangkan bila waktu penggalian terlalu cepat, posisi dan ukuran lubang tidak bisa terkontrol dengan benar. Pembuatan Lubang Tanam Kelapa Sawit di Tanah Mineral Pembuatan lubang penanaman di tanah mineral dilakukan dengan mencangkul sampai kedalaman yang dikehendaki. Sebagai pertanda posisi lubang digunakan anak pancang yang ditancapkan persis di tengah-tengah lubang ...

Ternyata, Ini Dia Jenis-jenis Limbah Kelapa Sawit!

Apa sajakah jenis-jenis limbah yang disisakan dari kelapa sawit? Limbah adalah sisa proses produksi yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa. Limbah kelapa sawit dihasilkan dari proses pengolahan buah kelapa sawit menjadi produk-produk tertentu seperti minyak goreng , kosmetik, bahan bakar, dan lain-lain. Berdasarkan asal tempat pembentukannya, limbah-limbah kelapa sawit dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu limbah perkebunan dan limbah industri. Limbah perkebunan merupakan sisa-sisa dari proses budidaya kelapa sawit di kebun. Di antaranya meliputi penyiapan lahan, pembibitan, penyemaian, penanaman, perawatan, pemanenan, dan peremajaan kelapa sawit. Contoh-contoh dari limbah perkebunan antara lain kayu, pelepah, dan gulma. Perlu diketahui, setiap hektar perkebunan kelapa sawit biasanya dapat menyisakan limbah berupa pelepah sebanyak 12 ton per tahun. Sementara itu, limbah industri kelapa sawit didapatkan dari proses pengolahan tandan buah segar k...

Proses Pembuatan Minyak Goreng Kelapa Sawit

Bagaimana langkah-langkah proses pembuatan minyak goreng dari kelapa sawit? Kelapa sawit merupakan salah satu produk unggulan dari Indonesia. Umumnya buah-buah kelapa sawit ini diolah menjadi minyak goreng nabati yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Penasaran seperti apakah langkah-langkah pembuatan minyak goreng dari buah kelapa sawit ini? Kali ini KLPSWT akan mengajak Anda mengetahui tahapan pengolahan minyak goreng selengkapnya! Langkah-langkah Proses Pembuatan Minyak Kelapa Sawit 1. Pengumpulan Tandan Buah Segar Pengangkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dilakukan menggunakan truk dari kebun menuju ke pabrik. TBS ini lantas ditimbang terlebih dahulu untuk mengecek kapasitasnya. Kualitas minyak kelapa sawit (SWO) dipengaruhi oleh kondisi dan mutu TBS. Dengan mengolahnya di dalam pabrik, potensi turunnya kualitas bisa ditekan. Sehingga kualitas CPO yang dihasilkan pun lebih terjaga, tidak sepenuhnya dipengaruhi bahan baku. 2. Perebusan TBS Kelapa Sawit S...

5 Cara Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit

Bagaimanakah cara pengelolaan limbah kelapa sawit? Aktifitas produksi minyak kelapa sawit bagaikan dua sisi mata uang yang saling berlawanan. Di satu sisi minyak kelapa sawit memiliki banyak manfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pangan, kosmetik, dan obat-obatan. Namun di sisi lainnya, kegiatan ini menghasilkan limbah yang dapat mencemari kondisi lingkungan alam sekitar. Limbah kelapa sawit adalah buangan/kotoran sisa dari pengolahan minyak kelapa sawit. Wujud limbah ini meliputi benda padat, benda cair, dan benda gas. Walaupun limbah sawit ini dapat terurai secara alami, tetapi jumlahnya yang sangat banyak akan menimbulkan dampak tertentu. Contohnya kandungan senyawa organik yang tinggi pada limbah kelapa sawit ini dapat mencemari air tanah dan badan air. Pengelolaan limbah sisa produksi kelapa sawit bertujuan untuk memanfaatkan produk buangan tersebut. Melalui upaya ini diharapkan lingkungan alam di sekitar industri kelapa sawit tetap terjaga kelestariannya. Di samping ...

Mengenal Penyakit Tajuk Daun Pada Kelapa Sawit

Apakah penyakit tajuk daun pada kelapa sawit itu? Bagaimana tanda-tanda gejala serangan penyakit ini? Bagaimana pula cara yang paling jitu untuk mengendalikannya? Pada kelapa sawit , penyakit tajuk daun (crown desease) adalah suatu jenis penyakit yang menyerang bagian tajuk daun tanaman. Hal ini akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman tersebut dalam memasuki periode pertumbuhan generatif berikutnya. Dengan kata lain pertumbuhan tanaman yang berpenyakit lebih lambat dibandingkan dengan tanaman yang sehat. Penyakit tajuk daun (PTD) merupakan penyakit utama pada kebun kelapa sawit yang berumur 1-3 tahun dan belum menghasilkan. Penyakit ini dinilai termasuk genetis atau cacat bawaan, dan akan sembuh dengan sendirinya. Walaupun begitu, penyakit ini tetap harus diwaspadai oleh para petani karena mempengaruhi keefektifan budidaya kelapa sawit. Penyakit tajuk daun diketahui telah diteliti sejak tahun 1927, tetapi sayangnya hingga kini belum diketahui penyebab pastinya. ...

Cara Menentukan Jarak dan Kerapatan Tanam Kelapa Sawit

Bagaimana cara menentukan jarak dan kerapatan tanam kelapa sawit? Perlu diketahui, penentuan stand per hectar (SPH) atau jarak kerapatan tanam akan berpengaruh besar terhadap masa depan budidaya kelapa sawit , terutama dalam hal produktifitasnya. Memang benar menanam kelapa sawit dengan jarak yang cukup rapat memungkinkan jumlah pohon yang dipelihara menjadi lebih banyak. Tapi dampak buruknya, produktifitas kelapa sawit tersebut rendah karena tanaman saling berebutan unsur hara. Penentuan jarak dan kerapatan tanam kelapa sawit hendaknya selalu memperhatikan kondisi lahan budidaya. Pada lahan datar sampai bergelombang dengan tanah berjenis coastal clay dan alluvium, SPH yang dianjurkan adalah 136 bibit/ha. Sedangkan tanah datar yang mengandung coastal clay perlu ditanam kelapa sawit sebanyak 148 bibit/ha, tanah yang mengandung podsolic sebanyak 148 bibit/ha, dan tanah berpodsolic dengan problem Ganoderma sebanyak 160 bibit/ha. Sementara itu, untuk tanah yang mengandung marginal inlan...

Pengendalian Rayap pada Kelapa Sawit secara Tepat

Bagaimana metode pengendalian rayap pada kelapa sawit secara tepat? Rayap (Coptotermes curvignathus) merupakan serangga yang dikenal luas sebagai salah satu hama yang menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar. Karena serangannya tergolong serius, hama ini perlu ditangani dengan sungguh-sungguh, terutama untuk perkebunan kelapa sawit di lahan gambut. Rayap dapat merusak seluruh bagian tanaman kelapa sawit. Berbeda dengan hama babi hutan , hewan ini sangat rakus memangsa tumbuhan budidaya, baik ketika masih dalam bentuk bibit, tanaman muda, maupun tanaman dewasa. Rayap menyerang kelapa sawit dengan menggerek dan memakan semua bagian tanaman, tak terkecuali pada titik tumbuhnya. Itulah kenapa serangan yang berat mampu menyebabkan kelapa sawit mengalami kematian. Di bawah ini gejala-gejala yang muncul jika kelapa sawit terserang rayap, antara lain : Terlihatnya lorong-lorong tanah berukuran kecil yang ada di permukaan batang dari tanah mengarah tegak ke bagian atas tanaman. Seca...