Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Membuat Pupuk Kocor (UREA, SP 36, KCl, dan NPK)

Pemupukan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya. Di sisi lain tanaman kelapa sawit yang kita budi dayakan membutuhkan pupuk sebagai penyedia bahan organik. Itu sebabnya, kita harus pintar dalam mengelola pupuk. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menghemat biaya pengadaan pupuk adalah membuat pupuk sendiri. Silakan Anda bisa membuat pupuk kocor untuk mendapatkan hasil maksimal dari bercocok tanam kelapa sawit. Pupuk kocor biasanya diaplikasikan untuk tanaman palawija, sayur-mayur, serta tumbuhan holtikultura. Dosis yang digunakan pada saat pemupukan berbeda-beda tergantung tingkat kebutuhan unsur hara masing-masing tanaman. Pupuk kocor ini mampu memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanah yang diperlukan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang biak. Kabar baiknya adalah Anda bisa membuat pupuk kocor sendiri dengan mudah. Pupuk kocor bisa dibuat dari bahan-bahan alami atau memanfaatkan pupuk kimia sebagai bahan bakunya. Selengkapnya kami berikan pandua...

Cara Memancang Lahan Kelapa Sawit di Area Datar

Tujuan pemancangan lahan kelapa sawit adalah mendapatkan letak dan barisan tanaman yang teratur. Selain untuk mempermudah dalam perawatannya, hal ini juga sangat berguna untuk memaksimalkan kapasitas lahan yang tersedia. Di lahan yang terletak di area datar, proses pemancangan dilakukan dengan prinsip yaitu jarak antara barisan dan dalam barisan sesuai dengan jarak yang sebenarnya. Tahap pemancangan lahan kelapa sawit bisa dilaksanakan setelah proses pembukaan lahan sudah selesai dilakukan. Norma kebutuhan tenaga adalah 6 HK/ha. Pedoman arah barisan yang digunakan yaitu utara-selatan. Pemancangan dilakukan sesuai jarak tanamnya dengan sistem segi tiga sama sisi. Berikut ini tabel jarak antar barisan dan populasi tanaman kelapa sawit. Jarak Tanam (m) Jarak antar Barisan (m) Jumlah Pohon/ha Keterangan 9,0 7,80 143 Pelepah pendek 9,4 8,14 130 Batang besar, pelepah panjang 9,5 8,22 128 Batang besar, pelepah panjang *) Jarak antar barisan = 0,86 x jarak tan...

Cara Pancang Kelapa Sawit yang Benar

Anda bisa menanam kelapa sawit di lahan yang Anda miliki. Tujuan utama membudidayakan tanaman ini adalah mendapatkan TBS (Tandan Buah Segar). Buah kelapa sawit merupakan bahan baku minyak nabati. Minyak ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi. Tingkat permintaan pasar akan minyak nabati dari kelapa sawit pun begitu besar. Bukan hanya dibuat menjadi minyak masak, minyak kelapa sawit juga dapat diolah menjadi sabun, peralatan kosmetik, obat, dan lain-lain. Mahalnya harga minyak kelapa sawit mungkin menarik minat Anda untuk turut memelihara tanaman ini di lahan? Tunggu apa lagi. Segera ambil tindakan untuk mewujudkan impian Anda tersebut. Pasalnya bisnis kelapa sawit begitu menggiurkan dengan peluang keuntungan yang sangat besar. Anda harus segera merealisasikan keinginan Anda untuk bercocok tanam kelapa sawit. Nantinya dibutuhkan waktu paling tidak 8-9 tahun bagi pohon kelapa sawit tersebut untuk menghasilkan buah-buah yang banyak. Untuk menanam kelapa sawit , Anda perlu me...

Cara Membuat ZPT Giberelin secara Organik

ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) giberelin memiliki fungsi untuk menormalkan kembali proses pembesaran pada pertumbuhan tanaman. Dalam melakukan tugasnya, giberelin akan bekerja sama dengan auksin, sitokinin, dan hormon-hormon pertumbuhan yang lain. Hormon giberelin memegang peran utama dalam menyempurnakan proses pemanjangan dan pembelahan sel batang. Selain itu, hormon ini juga berperan penting dalam mempengaruhi proses pemecahan senyawa amilum/enzim amilase. Proses pemecahan senyawa amilum terjadi di dalam endosperma yaitu tempat penyimpanan makanan cadangan. Apabila senyawa ini tidak dipecah, maka akibatnya tanaman tidak mampu menghasilkan senyawa glukosa yang berfungsi untuk membentuk energi. Oleh karena itu, ZPT giberelin biasanya diberikan ke tanaman-tanaman yang kerdil. Tujuannya agar pertumbuhan tanaman tersebut beralih ke pertumbuhan organ reproduktif yang akan memicu pemanjangan batang lebih cepat dan meningkatkan pertumbuhan bunga. Adapun fungsi hormon giberelin secara lu...

Cara Mengatasi Walang Sangit di Kebun Kelapa Sawit

Walang sangit menyerang tanaman kelapa sawit dengan menghisap cairan yang ada di dalam tangkai bunga. Hal ini mengakibatkan tanaman menjadi kekurangan unsur hara. Tanaman akan mengalami klorosis sehingga warnanya berubah menjadi kekuning-kuningan, lalu strukturnya akan menjadi lemah secara perlahan-lahan. Senjata utama walang sangit ialah tubuhnya yang mampu mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Hama walang sangit memang bukan hama utama di perkebunan kelapa sawit . Tetapi serangan dari hama ini mampu memberikan dampak kerusakan yang fatal. Oleh sebab itu, penanganan untuk mengendalikan walang sangit pun harus dikerjakan secara serius. Apabila serangannya masih mencakup area yang kecil, Anda bisa memanfaatkan terasi untuk mengatasi hama ini. Terasi yang notabene memiliki aroma yang kuat akan mencegah kedatangan walang sangit. Berikut ini caranya mengatasi hama walang sangit menggunakan terasi. Alat dan Bahan : Terasi Botol plastik Kain kaos Tali rafia Pisau Jar...

Membuat Pupuk dan Bio Pestisida dari Urine Kelinci

Bagi Anda yang saat ini membudidayakan kelinci bisa memanfaatkan urine kelinci untuk dibuat menjadi pupuk dan bio pestisida yang bagus untuk tanaman kelapa sawit. Tahukah Anda, urine kelinci memiliki kandungan unsur nitrogen (N) yang sangat tinggi. Unsur ini diketahui dapat mendukung pertumbuhan tanaman sehingga menjadikannya lebih subur, cepat tumbuh besar, dan menghasilkan buah yang melimpah. Unsur nitrogen yang terdapat di dalam urine kelinci juga bisa dipadukan dengan serbuk gergaji yang notabene kaya akan unsur karbon (C) untuk membuat konsentrasinya lebih seimbang. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan campuran antara urine kelinci dan serbuk gergaji sebagai bio pestisida yang sangat ampuh dan mematikan. Anda bisa memanfaatkan bio pestisida tersebut untuk mengendalikan hama yang menyerang kelapa sawit. Menurut Badan Penelitian Ternak (Balitnak), urine kelinci mengandung unsur N 2.72%, P 1.1%, dan K 0.5%. Sedangkan jika urine kelinci dicampur dengan kotorannya, maka kandung...

5 Cara Membasmi Bambu di Perkebunan Sawit

Bambu sebenarnya memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Bambu muda bisa dimasak menjadi sayur. Sedangkan bambu yang sudah tua bisa digunakan untuk membuat konstruksi bangunan. Bahkan bagi Bangsa Indonesia, bambu memiliki manfaat khusus yaitu bambu runcing sebagai alat untuk mengusir para penjajah. Namun ketika tumbuh di tempat yang tidak tepat, bambu akan berubah menjadi gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman utama. Contohnya bambu yang tumbuh di perkebunan dapat menjadi pesaing bagi tanaman kelapa sawit dalam mendapatkan unsur hara, air, dan sinar matahari. Bambu masih termasuk dalam keluarga rumput-rumputan. Tanaman ini umumnya tumbuh di daerah-daerah yang beriklim tropis hingga subtropis. Bambu yang ada di perkebunan kelapa sawit cukup sulit dikendalikan. Walaupun Anda sudah menebang dan membakarnya sampai habis, tapi bambu masih mampu tumbuh lagi karena akarnya masih ada. Anda yang ingin membasmi rerumpunan pohon bambu yang tumbuh di p...

Cara Mendapatkan Bakteri Nitrifikasi atau Nitrosomonas

Bakteri nitrifikasi atau nitrosomonas adalah bakteri yang sanggup menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia. Proses ini berlangsung secara aerob di dalam tanah. Kelompok bakteri ini mempunyai sifat kemolitotrof karena memakai senyawa nitrogen anorganik dalam siklus hidupnya. Sistem metabolisme senyawa nitrogen tersebut membutuhkan senyawa karbon dioksida sebagai sumber karbonnya. Senyawa ini lantas diikat di dalam siklus calvin. Pada umumnya, bakteri nitrifikasi bersifat tidak bisa bergerak (nonmotil). Bakteri ini cenderung akan melekat di permukaan benda-benda di sekelilingnya. Bakteri ini berkembang biak dengan cara membelah diri tetapi tidak dapat membentuk spora. Sedangkan proses nitrifikasi sendiri berlangsung dalam dua tahap besar yang masing-masing dilakukan oleh kelompok organisme yang berbeda. Adapun kelompok organisme yang dimaksud adalah sebagai berikut : Nitritasi yaitu proses oksidasi amonia menjadi nitrit yang dilakukan oleh kelompok bakteri Nitrosomonas dan Nitros...

3 Cara Mencegah Serangan Babi Hutan di Kebun

Kelapa sawit termasuk tanaman perkebunan yang gampang ditanam dan dipelihara. Tetapi di balik kemudahannya tersebut, ada berbagai hama yang dapat merusak pertumbuhan kelapa sawit. Babi hutan menjadi hama yang wajib Anda waspadai apabila menanam kelapa sawit di perkebunan. Hal tersebut lantaran serangannya terjadi secara massal dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Tidak hanya memakan tanaman, babi hutan juga mampu merusak dan merobohkannya. Perangai babi hutan akan berubah menjadi sangat agresif apabila merasa terkejut. Hewan ini akan menggunakan tanduknya untuk mempertahankan diri dan melawan musuh. Kemampuan berlarinya pun sangat baik. Setidaknya manusia biasa bisa terkejar oleh kawanan babi hutan yang sedang marah. Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati ketika berhadapan dengan hewan yang satu ini. Jika Anda melihat gerombolan babi hutan, kami sarankan sebaiknya berlindung dan jangan mencoba melawannya sendiri. Serangan babi hutan pada tanaman kelapa sawit sangat bera...

5 Cara Mengatasi Hama Landak di Perkebunan Sawit

Landak dikenal sebagai hama tanaman kelapa sawit. Hewan berduri yang termasuk dalam ordo Rodentia ini sangat suka memakan umbut yang tumbuh di bagian pangkal pelepah daun. Hal ini mengakibatkan tanaman kelapa sawit menjadi rusak dan pertumbuhannya terganggu. Secara garis besar, pengendalian terhadap landak cukup sulit dilakukan. Sebagai binatang nokturnal, landak hanya beraktivitas di malam hari dan bersembunyi saat pagi hingga sore. Landak tergolong sebagai binatang pengerat. Hewan ini sangat menyukai daun, batang, dan kulit kayu. Ukuran postur tubuhnya ketiga terbesar di antara hewan pengerat lainnya setelah kapibara dan berang-berang. Indonesia mempunyai tiga spesies landak yang khas di antaranya landak jawa (Hystrix javanica), landak sumatera (Hystrix sumatrae), dan landak kalimantan (Hystrix crassispinis). Secara alami, landak tinggal di pedalaman hutan. Hutan telah menyediakan tempat yang aman baginya untuk bertahan hidup dan pakan yang melimpah ruah. Tetapi karena penebanga...

Meremajakan Kelapa Sawit dengan Sistem Tumpang Sari

Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati. Selain dipakai untuk membuat minyak goreng, minyak nabati tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, alat kosmetik, dan bio diesel. Kini bisnis kelapa sawit telah ramai dilakukan di Indonesia. Sebagian besar lahan perkebunan di negeri ini ditanami kelapa sawit. Bahkan sekarang Indonesia menjadi negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Tanaman kelapa sawit terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Setelah mencapai usia yang produktif, tanaman tersebut menjadi berumur tua dan tidak mampu berproduksi dengan baik lagi. Tingkat produktivitas tanaman tersebut menurun drastis. Satu-satunya jalan keluar untuk mengembalikan produktivitasnya dalam menghasilkan TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit adalah peremajaan kembali. Pada umumnya, pohon kelapa sawit akan diremajakan kembali setelah usianya mencapai kisaran 25-30 tahun. Perkebunan kelapa sawit milik pemerintah dan swasta rutin melakukan upaya ini. S...

Cara Menanam Kelapa Sawit dan Perawatannya

Kelapa sawit banyak dibudidayakan di Benua Asia dan Afrika. Tercatat bahwa saat ini Indonesia menjadi negara yang paling banyak menanam kelapa sawit dan memproduksi minyaknya. Daging buah kelapa sawit merupakan bahan baku pembuatan minyak nabati. Selain digunakan sebagai minyak masak, minyak kelapa sawit juga bisa diolah menjadi sabun, produk kosmetik, bio diesel, dan keperluan industri. Pohon kelapa sawit dapat ditanam di lahan kering dan basah. Khusus untuk lahan kering dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu lahan perbukitan dan lahan pamah. Kelapa sawit bisa tumbuh subur di lahan perbukitan asalkan bisa mendapatkan pemupukan yang tepat dan berimbang. Hal ini dikarenakan lahan perbukitan memiliki sifat mudah kering dan kehilangan unsur hara. Sementara pohon kelapa sawit sendiri membutuhkan waktu sekitar 8-15 tahun untuk mencapai usia produktif. Jauh lebih baik membudidayakan kelapa sawit di lahan pamah yaitu lahan yang memiliki kontur datar. Pohon kelapa sawit yang ditanam di ...

5 Penyebab Produktivitas Kelapa Sawit Menurun

Sebagai petani kelapa sawit tentunya Anda mengharapkan tanaman-tanaman peliharaan Anda mampu menghasilkan jumlah produk TBS (Tandan Buah Segar) yang banyak. Prinsip utama Anda adalah meningkatkan jumlah produksi TBS sebanyak-banyaknya. Semakin banyak jumlah TBS yang Anda dapatkan, maka semakin besar pula keuntungan yang bakal diperoleh. Hasil panen TBS yang sedikit merupakan mimpi buruk bagi Anda dan para petani lainnya. Kunci utama keberhasilan dalam bercocok tanam tumbuhan kelapa sawit terletak pada proses perawatannya. Apabila Anda menginginkan hasil produksi yang banyak, Anda mutlak harus merawat tanaman kelapa sawit tersebut sebaik mungkin. Tahap perawatan ini memberikan andil yang sangat besar bagi tanaman, kesehatan, serta tingkat produktivitasnya. Pohon kelapa sawit harus mendapatkan perawatan yang benar. Jika Anda kurang cermat dalam merawat tanaman kelapa sawit, bukan tidak mungkin tingkat produktivitasnya akan menurun secara drastis. Berikut ini faktor-faktor yang m...

Cara Pengolahan Limbah Cair di Pabrik Kelapa Sawit

Pabrik-pabrik kelapa sawit di Indonesia pada umumnya menerapkan sistem berbasis kolam untuk mengolah limbah cair yang dihasilkannya. Ini merupakan metode sistem tradisional yang bertujuan untuk menekan tingkat BOD sehingga mencapai baku mutu yang sudah ditetapkan sebelum limbah cair tersebut dialirkan/dibuang ke sungai. Prinsipnya adalah air limbah yang diterima akan langsung didinginkan menggunakan kolam atau menara pendingin. Rata-rata setiap pabrik kelapa sawit memiliki 20-30 kolam pengolahan limbah. Awalnya limbah akan mengalir ke kolam anaerobik lalu dilanjutkan menuju ke kolam aerobik. Ada pula pabrik yang mengarahkan limbah dari kolam anaerobik langsung ke kolam facultative. Beberapa pabrik juga akan mengolah limbah di dalam kolam anaerobik terlebih dahulu sebelum dialirkan ke kolam aerobik. Dari sini limbah kemudian dibuang ke badan sungai. Limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit sangat berbahaya karena tingkat BOD yang dimilikinya tinggi sekali mencapai 2...

Cara Merawat Kelapa Sawit Umur 3 Tahun

Perawatan kelapa sawit menjadi ujung tombak yang sangat menentukan kesuksesan kita dalam membudidayakan tanaman penghasil minyak nabati ini. Kita semua tentu menginginkan semua pohon kelapa sawit yang dimiliki mampu tumbuh dengan baik serta mempunyai tingkat produktivitas yang tinggi. Oleh sebab itu, upaya perawatan ini mutlak dilakukan sebaik-baiknya dan harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Sebab dari sinilah kelapa sawit akan tumbuh sesuai harapan Anda. Kelapa sawit kasarnya bisa bertahan hidup dan memiliki tingkat produktivitas yang baik selama minimal 25 tahun. Dari lamanya usia hidup tanaman kelapa sawit tersebut bisa dibagi ke dalam tiga fase kehidupan, antara lain : Fase Pembibitan Fase ini berlangsung selama minimal 9 bulan. Setelah 9 bulan terlewati, bibit kelapa sawit bisa ditanam di lahan. Namun tidak menutup kemungkinan fase ini bisa lebih dari 9 bulan tergantung varietas tanamannya. Fase Belum Menghasilkan Fase ini artinya tanaman kelapa sawit masih cukup...

Pupuk agar Buah Sawit Besar dan Berat

Kunci utama agar buah sawit besar dan berat terletak pada pemupukan. Pemupukan harus dilakukan secara tepat, baik tepat waktu, tepat dosis, tepat tempat, dan tepat penggunaannya. Pupuk berguna untuk mencukup kebutuhan tanaman untuk tumbuh, berkembang, dan berproduksi dengan menggantikan sejumlah unsur hara yang hilang akibat pencucian air atau dikonversikan menjadi TBS (Tandan Buah Segar). Selain itu, pupuk juga berguna untuk memperbaiki kondisi tanah demi mendukung tumbuh kembang kelapa sawit. Secara garis besar, pupuk untuk kelapa sawit dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik mutlak dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah unsur hara yang terkandung di dalam tanah sehingga mempengaruhi mutu panen termasuk kualitas buah, rendemen yang dihasilkan, dan daya simpannya. Penggunaan pupuk organik untuk kelapa sawit sebaiknya dalam bentuk yang memungkinkan proses aplikasinya menjadi lebih mudah dan efektif mengingat perkebunan sawit yang begit...

Inilah 5 Penyebab Penyakit Patah Pangkal Pelepah

Kelapa sawit adalah salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Tingkat permintaannya yang tinggi membuat harga minyak kelapa sawit cukup mahal. Para petani pun berlomba-lomba membudidayakannya. Indonesia berhasil menjadi negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit memang cukup mudah dipelihara di negara kita. Tetapi ada banyak sekali penyakit yang mengintai tanaman kelapa sawit. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai ialah penyakit patah pangkal pelepah . Penyakit ini mengakibatkan pelepah-pelepah kelapa sawit tiba-tiba menjadi patah. Dampaknya antara lain proses fotosintesis menjadi tidak maksimal, hanya sedikit buah yang dihasilkan, dan kesehatan tanaman menjadi berkurang. Pelepah yang patah tadi umumnya tidak menunjukkan gejala pembusukan di bagian dalamnya. Sayangnya belum diketahui alasan ilmiah yang tepat sebagai penyebab terjadinya penyakit patah pangkal pelepah. Faktor genetis juga tak mempengaruhi timbulnya penyakit ini. Dugaan paling kuat ialah p...

Penyakit Patah Pangkal Pelepah Kelapa Sawit

Penyakit patah pangkal pelepah (frond base fracture) disebut pula sebagai penyakit sengkleh. Penyakit ini biasanya ditemukan di area-area tertentu, kemudian menyebar ke area sekeliling dengan cepat. Tanaman kelapa sawit dikatakan mengidap penyakit patah pangkal pelepah dalam kategori berat apabila jumlah pelepah yang sehat hanya tersisa sekitar 16-20 pelepah dan selebihnya sengkleh. Perlu diketahui, rata-rata tanaman kelapa sawit mempunyai 48 pelepah/pohon. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh penyakit sengkleh ini memang tidak berdampak secara nyata. Kecuali apabila terjadi pembusukan stalk tandan buah pada tanaman tersebut. Pada umumnya penyakit patah pangkal pelepah menyerang tanaman dewasa yang umurnya lebih dari 9 tahun. Gejala awal penyakit ini sulit dikenali sebab antara tanaman yang sehat dan sakit mempunyai kadar hara tanah, kadar hara daun, kadar serat lignin, dan kadar selulosa yang hampir sama. Deskripsi Penyakit Patah Pangkal Pelepah Penyakit PPP (Patah Pangkal...

3 Tips Utama Merawat Tanaman di Musim Kemarau

Sekarang kita yang tinggal di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Artinya kondisi cuaca saat ini panas dan tidak ada hujan yang turun lagi. Beruntung manusia dan binatang dibekali kemampuan untuk berpindah tempat secara aktif sehingga bisa memilih langsung tempat yang cocok baginya. Tetapi bagi tumbuh-tumbuhan, musim kemarau ibarat mimpi buruk. Mereka terpaksa hidup di tempat yang gersang dan minim air dengan kondisi sekarat. Tentu saja ceritanya akan berbeda manakala tumbuh-tumbuhan tersebut dibudidayakan oleh seorang petani. Kita dibekali otak yang dapat dipakai untuk memikirkan bagaimana caranya membuat tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik di tengah-tengah musim kemarau. Kita dapat membantu tanaman tersebut sama sekali tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca yang panas dan minim air di dalam tanah. Berikut ini kiat-kiatnya! Kiat 1. Sirami Tanaman secara Rutin Air adalah sumber kehidupan. Sayangnya persediaan air di dalam tanah akan berkurang drastis di musim kemarau ....

Penyakit Pada Bibit Kelapa Sawit dan Pengendaliannya

Bibit kelapa sawit juga bisa terserang oleh penyakit. Baik bibit sawit yang masih berada di tahap pembibitan awal (PA) maupun pembibitan akhir (PU) sama-sama dapat terserang oleh penyakit. Anda harus waspada terhadap kemungkinan serangan penyakit ini. Bibit kelapa sawit yang terserang oleh penyakit akan mengakibatkannya menjadi tidak normal, pertumbuhannya terhambat, kondisinya layu, hingga kematian bibit tersebut. Bahkan penyakit ini juga dapat menular ke bibit-bibit kelapa sawit lainnya. Penyakit Akar (Root Diseases) Penyakit yang menyerang akar bibit kelapa sawit umumnya disebabkan oleh cendawan tular tanah seperti Rhizoctonia, Pythium, dan Fusarium. Penyakit ini biasanya menular melalui spora yang menyebar lewat air hujan dan hembusan angin. Kondisi lahan pembibitan yang terlalu kering atau terlalu banyak genangan air akan memicu penyakit ini. Keadaan lahan yang kurang terawat juga mengakibatkan banyak inogulum patogen yang tumbuh di dalam tanah. Bibit yang terkena penyakit...

Cara Pemupukan Sawit di Musim Kemarau

Musim kemarau di sepanjang tahun ini memberikan dampak yang sangat luas bagi perkebunan kelapa sawit. Dampak tersebut cenderung merugikan bagi para petani karena tanaman yang dibudidayakannya menderita kekurangan air. Apalagi harga TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit saat ini sedang mengalami penurunan. Kondisi tersebut tentunya menjadi beban sendiri bagi petani kelapa sawit di Indonesia khususnya. Salah satu dampak nyata adalah biaya pemupukan yang semakin terasa berat. Pemupukan kelapa sawit memang sebaiknya dilaksanakan sebanyak 2 kali/tahun. Namun kondisi keuangan perkebunan yang mencekik akibat kemarau panjang menyebabkan pelaksanaan pemupukan 2 kali/tahun ini menjadi urung dilakukan. Selain itu, penyerapan tanah terhadap pupuk juga pasti menjadi sangat berkurang apabila kondisi tanah terlalu kering. Mau tidak mau para petani terpaksa harus menerima kondisi pahit yang tidak berpihak ini. Pada akhirnya tingkat kesuburan tanah yang dikorbankan sehingga menimbulkan dampak j...