Langsung ke konten utama

Tips Mengirim Oleh-Oleh dari Jepang ke Indonesia Agar Tidak Kena Pajak Tinggi

 


Sebagai seorang TKI di Jepang, setiap kali mau kirim oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia, saya selalu merasa was-was soal pajak bea cukai. Soalnya, banyak teman yang cerita kalau paket mereka tertahan atau malah dikenai biaya tambahan yang lumayan besar. Setelah beberapa kali pengalaman kirim barang sendiri, akhirnya saya paham beberapa hal penting yang bisa bantu menghindari masalah ini.

Pertama, jangan kirim barang dalam jumlah banyak atau yang terlihat seperti untuk dijual. Misalnya, kalau mau kirim sepatu, cukup satu atau dua pasang saja. Kalau sampai lima atau lebih, petugas bisa curiga itu untuk dijual kembali. Saya sendiri pernah kirim lima hoodie dan langsung ditanya lewat email apakah itu untuk pribadi atau bisnis.

Kedua, cantumkan nilai barang yang wajar di invoice. Banyak yang sengaja menulis harga terlalu rendah biar tidak kena pajak, tapi kalau nilainya terlalu janggal (misalnya tulis 1.000 yen untuk tas bermerek), petugas bisa menahan paket dan minta bukti pembelian. Jadi lebih baik tulis sesuai harga pasar, tapi jangan dilebihkan.

Ketiga, hindari barang yang tergolong berisiko tinggi. Misalnya makanan cair, parfum, baterai, atau barang elektronik tertentu. Barang-barang ini sering kali butuh izin tambahan atau malah dilarang. Saya biasanya lebih aman kirim baju, camilan kering, dan suvenir ringan.

Keempat, gunakan jasa pengiriman dari Jepang ke Indonesia yang paham regulasi ekspor-impor Jepang-Indonesia. Ada banyak jasa cargo yang sudah terbiasa menangani paket TKI, jadi mereka tahu dokumen apa saja yang perlu disiapkan dan bisa bantu jika ada pemeriksaan.

Dan terakhir, tulis keterangan isi paket dengan jujur dan detail. Contoh: “snack kering, pakaian, dan suvenir.” Jangan hanya tulis “gift” karena bisa membuat petugas curiga.

Dengan mengikuti hal-hal sederhana ini, pengalaman kirim barang dari Jepang ke Indonesia jadi lebih tenang. Saya bisa kirim oleh-oleh tanpa rasa khawatir berlebihan, dan keluarga di rumah pun bisa menerima kiriman dengan cepat tanpa harus repot membayar tambahan pajak di bandara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengirim Minyak Kelapa Sawit dari Jepang ke Indonesia

  Mengirim minyak kelapa sawit dari Jepang ke Indonesia adalah proses yang memerlukan perhatian terhadap berbagai aspek, mulai dari pemilihan jasa pengiriman hingga mematuhi regulasi yang berlaku. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk memastikan pengiriman berjalan lancar dan aman. 1. Periksa Regulasi dan Persyaratan Ekspor Sebelum mengirim minyak kelapa sawit, penting untuk memahami regulasi ekspor dari Jepang dan impor ke Indonesia. Pastikan bahwa: Minyak kelapa sawit yang akan dikirim memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan oleh badan pengawas di Indonesia, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Perdagangan. Anda memiliki semua dokumen yang diperlukan, termasuk sertifikat kesehatan, sertifikat asal, dan dokumen lain yang mungkin diperlukan oleh otoritas Indonesia. 2. Siapkan Produk dengan Baik Pastikan minyak kelapa sawit yang akan dikirim dikemas dengan benar untuk mencegah kebocoran atau kerusakan selama perjalanan. L...

Sejarah Pengiriman Paket Kelapa Sawit ke Jepang

  Kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan terpenting di Indonesia dan Malaysia, dengan produk utamanya berupa minyak sawit (crude palm oil atau CPO). Jepang, sebagai negara industri maju, telah lama menjadi salah satu tujuan ekspor produk kelapa sawit dari Asia Tenggara. Artikel ini akan mengulas sejarah pengiriman paket ke Jepang , mulai dari masa perdagangan tradisional hingga era ekspor modern. 1. Awal Mula Perdagangan Kelapa Sawit Pada akhir abad ke-19, kelapa sawit mulai dibudidayakan secara komersial di Asia Tenggara, khususnya di Malaysia dan Indonesia. Perkebunan kelapa sawit pertama kali didirikan oleh kolonial Belanda di Sumatra pada tahun 1911, diikuti oleh ekspansi besar-besaran di Malaysia. 2. Ekspor Awal ke Jepang Perdagangan antara Asia Tenggara dan Jepang sudah berlangsung lama, namun ekspor kelapa sawit ke Jepang baru mulai signifikan setelah Perang Dunia II. Pada periode ini, Jepang mengalami rekonstruksi besar-besaran dan membut...

Panduan Lengkap: Cara Mengurus Izin Ekspor Kelapa Sawit ke Jepang

Ekspor kelapa sawit ke Jepang merupakan proses yang memerlukan izin dan pemenuhan persyaratan yang ketat sesuai dengan regulasi yang berlaku di kedua negara. Berikut adalah panduan langkah demi langkah tentang cara mengurus izin ekspor kelapa sawit ke Jepang: Memahami Persyaratan dan Regulasi: Pertama-tama, Anda perlu memahami persyaratan dan regulasi terkait ekspor kelapa sawit ke Jepang. Hal ini termasuk peraturan perdagangan internasional, cara kirim barang ke Jepang , standar kualitas, dan persyaratan sanitasi yang ditetapkan oleh pemerintah Jepang. Mendapatkan Lisensi dan Izin yang Diperlukan: Pastikan Anda memiliki semua lisensi dan izin yang diperlukan untuk melakukan ekspor kelapa sawit ke Jepang. Ini mungkin termasuk lisensi perdagangan, izin ekspor dari pemerintah Indonesia, serta izin khusus yang diperlukan oleh otoritas Jepang. Memenuhi Standar Kualitas dan Keselamatan: Pastikan bahwa produk kelapa sawit yang akan diekspor memenuhi standar kualitas dan keselamatan yang ...