Metode Pembukaan Lahan Kelapa Sawit yang Benar

Pembukaan lahan kelapa sawit merupakan kegiatan awal dalam rangka membudidayakan tanaman sawit. Proses ini dilakukan mulai dari perencanaan tata letak dan ruang lahan hingga pembukaan hutan menjadi lahan. Dalam penerapannya, diperlukan upaya-upaya yang bersifat ramah lingkungan dan tidak berdampak negatif bagi area di sekitarnya.

Tahap perencanaan tata letak lahan dan ruangannya dikerjakan melalui serangkaian penelitian untuk mengetahui sifat dan karakteristik lahan tersebut. Penelitian yang dimaksud meliputi topografi, iklim, tanah, status, air, jalan, dan penduduk. Dengan dilakukannya penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan tentang kelayakan suatu lahan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.

metode-pembukaan-lahan-kelapa-sawit.jpg

Pengertian pembukaan lahan yaitu merubah fungsi lahan secara alami sehingga dapat dijadikan sebagai suatu area perkebunan. Untuk merealisasikan hal tersebut dibutuhkan sumber energi yang berguna untuk mendukung perwujudan fungsi ini. Sederhananya, pembukaan lahan dikerjakan dengan mengubah hutan menjadi perkebunan yang didukung oleh ketersediaan fasilitas-fasilitas tertentu.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia, pembukaan lahan kelapa sawit harus dilakukan dengan metode zero burning atau tanpa pembakaran. Walaupun pembukaan lahan melalui pembakaran memakan biaya yang sangat murah, namun dampak negatifnya juga tidak kalah sedikit. Membakar hutan berarti merusak sumber daya alam, mengganggu iklim, dan mengorbankan kesehatan manusia. Lahan bekas pembakaran mengandung unsur hara yang berkurang drastis, karakteristik tanah menjadi rusak, mengandung unsur yang berbahaya bagi tanaman, dan rawan mengalami bencana alam.

Bagaimana proses pembukaan lahan kelapa sawit? Secara singkat, kami akan menjelaskan langkah-langkahnya berikut ini :

  1. Area hutan yang akan dibuka menjadi lahan perkebunan kelapa sawit dipasangi batasan dengan ukuran yang tepat.
  2. Dari area tersebut ditentukan mana lokasi yang digunakan untuk pembibitan kelapa sawit dan pemeliharaannya.
  3. Setelah dibuat rancangan sketsa perkebunan yang jelas, kemudian dilakukan tender terhadap kontraktor yang bersedia membuka lahan tersebut memakai metode yang bertanggungjawab dan sesuai peraturan hukum yang berlaku.
  4. Berikutnya membuatkan Surat Perintah Kerja yang nantinya akan diberikan kepada kontraktor terpilih sebagai landasan dasar kerja.
  5. Dibuat sekali lagi batasan blok-blok pekerjaan di dalam area yang bakal dibuka menjadi perkebunan tanaman sawit.
  6. Apabila diperlukan, dibangun juga saluran drainase yang dirancang sedemikian rupa agar sistem kerjanya efektif dan efisien.
  7. Saatnya membuka lahan dengan menghilangkan tumbuhan-tumbuhan yang berada di area perkebunan.
  8. Gulma-gulma dikumpulkan di satu tempat yang aman untuk digunakan sebagai pakan hewan ternak atau pembuatan pupuk kompos.
  9. Setelah itu dibuat jalan utama dan jalan pendukung untuk mempermudah aksesibilitas kegiatan di perkebunan.
  10. Dilakukan pemancangan untuk menentukan posisi penanaman bibit kelapa sawit.
  11. Area perkebunan yang sudah hampir jadi tersebut dibersihkan sekali lagi untuk membasmi tanaman dan binatang yang berpotensi mengganggu pertumbuhan kelapa sawit.
  12. Tumbuhan kacang-kacangan ditanam di lahan perkebunan untuk meningkatkan kualitas tanah dan mencegah tumbuhnya tanaman gulma.
  13. Terakhir adalah langkah penanaman bibit kelapa sawit pada lubang-lubang tanam yang sudah dibuat sebelumnya.

0 Response to "Metode Pembukaan Lahan Kelapa Sawit yang Benar"

Posting Komentar