5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Lahan Kelapa Sawit

Tidak ada nominal yang pasti berapa harga lahan kelapa sawit. Hal ini disebabkan karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Mulai dari lokasi, kondisi, legalitas, jenis, perawatan, dan usia lahan tersebut. Contohnya lahan yang berada di tempat yang dekat dengan pabrik mempunyai harga yang lebih mahal daripada lahan di pelosok. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang matang dalam memperhitungkan untung ruginya.

harga-lahan-kelapa-sawit.jpg

Sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, perkebunan sawit di Indonesia membentang dari Sabang hingga Merauke. Minyak sawit dianggap sebagai emas cair yang keberadaannya terus diburu. Maka jangan heran apabila budidaya kelapa sawit begitu ramai di negeri ini.

Berbicara mengenai investasi kelapa sawit, salah satu persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang investor adalah lahan. Seiring berjalannya waktu harga lahan semakin naik mengikuti peningkatan yang terjadi pada harga tanah. Itulah kenapa para investor harus menghitung baik-baik prosentase biaya yang akan dikeluarkannya untuk pengadaan lahan. Di satu sisi harga lahan kelapa sawit yang memiliki prospek bagus biasanya sangat mahal. Sedangkan lahan yang terletak di area sulit dijangkau seringkali ditawarkan dengan harga yang lebih miring.

Jika lebih cermat, Anda bisa mendapatkan lahan yang ideal untuk perkebunan kelapa sawit dengan harga yang lebih rendah. Pelajari faktor-faktor yang menentukan harga sebuah lahan berikut ini :

1. Di Mana Lokasi Lahan Tersebut?

Faktor lokasi berperan penting dalam mempengaruhi harga sebuah lahan. Lahan yang berlokasi di tempat yang dekat dengan pabrik dan mudah dijangkau umumnya cenderung mahal. Begitu pula jika lahan tersebut terletak di lokasi yang jauh dari pemukiman biasanya lebih murah. Sebagai ilustrasinya, lahan di lokasi yang gampang dicapai sekitar Rp120 juta/hektar sedangkan lahan di pelosok hanya Rp30 juta/hektar.

2. Bagaimana dengan Kondisi Tanahnya?

Para petani kelapa sawit pasti sudah menyadari kalau membudidayakan tanaman sawit di lahan mineral lebih menguntungkan daripada lahan gambut. Hal yang sama juga berlaku pada kontur tanahnya, lahan yang datar berharga lebih mahal ketimbang lahan yang miring. Sebagai tumbuhan tropis, kelapa sawit membutuhkan air yang cukup banyak. Lahan mineral yang datar bisa menjamin ketersediaan air tersebut setiap waktu.

3. Apakah Legalisa yang Dimiliki Lahan Tersebut?

Legalitas yang dimaksud adalah status lahan tersebut di mata hukum. Apakah SHM, SKGR, SKT, atau yang lainnya? Harga lahan akan kian mahal jikalau status lahan tersebut semakin tinggi. Tentu membeli lahan bersertifikat SHM jauh lebih baik daripada semuanya.

4. Apakah Jenis Bibit yang Dipelihara?

Terkadang ada lahan kelapa sawit yang sudah berisi tanaman-tanaman sawit yang dijual. Sebagai pembeli Anda tidak boleh langsung tergiur begitu saja. Apalagi bila penjual menawarkan harga murah yang tidak wajar. Kemungkinan besar lahan tersebut tidak mampu menutupi ongkos produksi dengan penghasilan panennya. Akhirnya pemilik pun menjadi telor. Ingat suatu lahan bisa dikatakan murah juga kualitasnya lebih tinggi daripada nominalnya.

5. Bolehkah Membeli Lahan yang Produktif?

Faktor terakhir yang mempengaruhi harga lahan kelapa sawit ialah tingkat produktifitasnya. Untuk Anda yang ingin memutar uang lebih cepat, membeli lahan yang produktif merupakan solusi yang tepat. Kendati demikian harga yang dibandrol pada lahan dengan spesifikasi ini umumnya di atas rata-rata. Lebih baik pilih lahan yang sudah berusia sekitar dua tahun karena tanaman kelapa sawit yang tumbuh di dalamnya sudah mulai belajar menghasilkan tanda buah segar kelapa sawit.

0 Response to "5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Lahan Kelapa Sawit"

Posting Komentar