Pelajari Cara Menanam Bibit Anakan Kelapa Sawit Ini!

Bagaimana cara menanam bibit anakan kelapa sawit? Pada umumnya, bibit yang digunakan dalam budidaya kelapa sawit berupa tanaman yang masih muda berumur sekitar 3-7 bulan. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp17.000 untuk bibit berusia 0-3 bulan, Rp25.000 untuk yang berumur 3-6 bulan, dan bibit kelapa sawit yang berusia lebih dari 7 bulan dihargai Rp30.000 per tanaman.
Dengan alasan untuk menekan biaya produksi, tidak sedikit juga para petani yang lebih memilih mengembangkan bibit-bibitnya secara mandiri. Namun tentu benih yang digunakan berupa benih unggulan yang dibeli langsung dari balai pertanian terdekat. Setelah itu, benih-benih tersebut akan melalui proses pembuatan kecambah kelapa sawit terlebih dahulu kemudian disemai sehingga tumbuh menjadi bibit berkualitas tinggi.
Perlu diketahui, bibit kelapa sawit yang sudah layak ditanam di lahan terbuka adalah bibit yang berusia minimal 8 bulan. Pada usia seperti ini, kelapa sawit sedang berada dalam puncak masa pertumbuhannya. Bibit-bibit ini juga mempunyai daya tahan terhadap hama dan penyakit yang lebih baik sehingga potensi keberhasilannya pun semakin tinggi.

Jadi sembari menunggu bibit-bibit kelapa sawit sudah memiliki usia yang cukup untuk dipelihara di lahan, anda bisa menanam tumbuhan palawija terlebih dahulu. Disarankan tanamlah tumbuhan dari keluarga kacang-kacangan karena tingkat pertumbuhan tanaman ini relatif cepat. Akarnya pun mampu membuat pori-pori tanah semakin terbuka lebar sehingga gembur dan sarat oksigen. Begitupun dengan daun sisa panen yang selanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.
Persiapan Lahan Penanaman
Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam persiapan lahan penanaman kelapa sawit ini adalah mengatur jarak tanam antar-pohon dengan tepat. Adapun jarak ideal penanaman kelapa sawit yang dianjurkan berkisar antara 9 sampai 10 meter. Tujuannya supaya akar tanaman kelapa sawit tersebut bisa tumbuh maksimal dan tidak berebut nutrisi dengan kelapa-kelapa sawit lain di sekitarnya.
Sedangkan pola penanaman yang paling baik menggunakan bentuk segitiga sama sisi. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pemantauan tanaman dan pengangkutan hasil di masa panen kelapa sawit.
Pembuatan Lubang Penanaman
Pembuatan lubang penanaman yang membentuk pola segitiga sama sisi dapat dibantu memakai tali tambang atau rafia. Kemudian bentangkan tali-tali tersebut dari utara ke selatan dengan jarak per tali ialah 9 meter. Lalu pasang juga tali-tali dari timur ke barat dengan jarak yang sama yaitu 9 meter. Dengan demikian kini terbentuk barisan tali-tali yang saling tegak lurus.
Pasanglah patok bambu sebagai penanda untuk lubang penanaman di setiap pertemuan tali tadi sehingga membentuk pola zigzag. Ulangi sampai seluruh area lahan sudah dipasangi patok penanda.
Ukuran panjang dan lebar untuk lubang penanaman kelapa sawit yang ideal adalah 50 cm x 50 cm. Sedangkan ukuran kedalaman lubang penanaman yang tepat mencapai 40 cm. Setelah lubang selesai dibuat, anda bisa menaburkan pupuk kandang dan pupuk kompos guna meningkatkan kesuburan tanahnya.
Penanaman Bibit Kelapa Sawit
Proses penanaman bibit kelapa sawit sebaiknya dilakukan ketika awal musim hujan sekitar bulan Oktober-November. Alasannya tidak lain agar bibit-bibit anakan sawit tersebut bisa mendapatkan air dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Untuk menanam bibit kelapa sawit, mulailah dengan memindahkan bibit anakan dari tempat penyemaian ke area-area strategis yang berdekatan dengan lubang penanaman. Selanjutnya bukalah polybag yang membungkus akar kelapa sawit dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan. Lalu sesegera mungkin tanamkan anak kelapa sawit ini ke dalam lubang penanaman yang sudah disiapkan sebelumnya. Jangan lupa timbun kembali dengan tanah tanpa menekan-nekannya lalu siram memakai air secukupnya. Ulangi langkah ini sampai seluruh lubang penanaman terisi dengan bibit anakan kelapa sawit.

0 Response to "Pelajari Cara Menanam Bibit Anakan Kelapa Sawit Ini!"

Posting Komentar